Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 27 April 2026 | Pasangan ganda putri Indonesia, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi, melaju ke babak perempat final turnamen bergengsi WTA 1000 Madrid Open 2026 setelah menundukkan duo Spanyol‑Amerika, Cristina Bucsa dan Nicole Melichar‑Martinez, dengan skor meyakinkan 6-4, 6-2. Pertandingan berlangsung pada tanggal 26 April di lapangan 5 La Caja Mágica, Madrid, dan menjadi sorotan utama dalam agenda tenis dunia hari itu.
Sejak bunyi peluit pembuka, Janice dan Aldila menunjukkan pola permainan yang terorganisir. Pada set pertama, mereka langsung menguasai 2-0 lewat servis kuat Aldila, kemudian menambah keunggulan menjadi 5-2 meski lawan sempat memperkecil jarak menjadi 5-4. Konsistensi dalam mengatur rally dan menekan lawan pada poin-poin krusial membuat mereka menutup set pertama 6-4. Set kedua dimulai dengan dominasi serupa, pasangan Indonesia kembali memimpin 2-0, lalu memperlebar skor menjadi 4-2 sebelum menutup dengan 6-2 berkat servis keras Aldila yang tidak memberi kesempatan bagi Bucsa/Melichar‑Martinez.
Statistik pertandingan menunjukkan keunggulan teknis Janice/Aldila. Menurut data resmi WTA, mereka hanya melakukan dua double fault dibandingkan tiga double fault lawan. Break point yang berhasil mereka konversi mencapai lima dari sembilan peluang, menandakan kemampuan memanfaatkan momen kritis. Persentase servis pertama masuk mencapai 67,3 % dengan kemenangan poin servis pertama sebesar 69,7 %.
- Skor akhir: 6-4, 6-2
- Double fault: 2 (Indonesia) vs 3 (lawan)
- Break point: 5/9 (Indonesia) vs 3/7 (lawan)
- Persentase servis pertama: 67,3 %
Setelah kemenangan ini, Janice dan Aldila akan berhadapan dengan veteran ganda putri dari Jerman dan Rusia, Laura Siegemund dan Vera Zvonareva, pada perempat final. Pasangan Siegemund/Zvonareva baru saja menyingkirkan unggulan pertama Sara Errani dan Jasmine Paolini, menambah tekanan bagi duo Indonesia yang kini harus menyiapkan strategi melawan pemain berpengalaman.
Dalam konferensi pers singkat, Aldila menegaskan bahwa persiapan mental dan taktik menjadi kunci. “Kami bermain sangat baik hari ini, strategi kami dari awal bagus, dan kami bisa terus memimpin momentum dari awal sampai akhir set,” ungkap Aldila. Ia menambahkan, “Kami sudah tahu kelebihan dan kekurangan lawan karena pernah bertanding melawan mereka sebelumnya, sehingga kami dapat mengantisipasi setiap serangan mereka.” Janice juga menambahkan pentingnya menjaga konsentrasi pada setiap poin, terutama pada deuce point yang mereka kuasai dengan baik.
Kemenangan ini memiliki makna tersendiri bagi kedua pemain. Aldila sebelumnya pernah mengalami kekalahan melawan pasangan yang sama di Australian Open 2025, saat berpasangan dengan Giuliana Olmos. Janice juga pernah kalah dari Bucsa/Melichar‑Martinez di WTA 1000 Indian Wells 2025 ketika berduet dengan Chan Hao‑ching. Pengalaman tersebut tampaknya menjadi bahan bakar tambahan untuk meraih kemenangan kali ini.
Dengan melaju ke perempat final, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di panggung tenis dunia, tetapi juga memberikan harapan bagi generasi berikutnya. Jika mereka dapat melanjutkan performa solid dan memanfaatkan peluang servis serta mengurangi kesalahan, peluang untuk menembus semifinal menjadi sangat realistis.
Turnamen Madrid Open sendiri merupakan salah satu acara WTA 1000 paling prestisius, menyatukan pemain papan atas dari seluruh dunia. Keberhasilan Janice/Aldila menembus perempat final menambah catatan positif bagi tenis Indonesia di kancah internasional, sekaligus mengukir sejarah baru bagi ganda putri bangsa.











