Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 Agustus 2026 | Nilai tukar rupiah mengalami penguatan terhadap dolar AS pada Jumat, 14 Agustus 2026, setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan di DPR. Rupiah ditutup di level Rp17.827 per dolar AS, menguat 50 poin atau naik 0,28 persen dari hari sebelumnya yang berada di Rp17.877 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa penguatan rupiah dipengaruhi oleh sentimen domestik, termasuk pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR dan pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, pergerakan mata uang di Asia bervariasi, dengan won Korea Selatan dan dolar Taiwan menjadi mata uang paling kuat, sementara peso Filipina menjadi mata uang paling lemah.
Sebelumnya, rupiah melemah ke level Rp17.877 per dolar AS pada Rabu sore, 12 Agustus 2026, karena investor cenderung berhati-hati menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) dan pengumuman MSCI. Sementara itu, ringgit Malaysia mengalami penguatan terhadap dolar AS pada hari yang sama, didukung oleh sentimen positif menjelang pengumuman data inflasi AS.
Pada Kamis, 13 Agustus 2026, rupiah dibuka melemah ke level Rp17.885 per dolar AS, dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk data inflasi AS dan kebijakan MSCI. Namun, analis memprediksi potensi penguatan rupiah terbatas oleh ketidakpastian di Timur Tengah.
Dalam beberapa hari terakhir, pergerakan mata uang Asia bervariasi terhadap dolar AS, dengan beberapa mata uang mengalami penguatan dan yang lain melemah. Rupiah sendiri berfluktuasi, dipengaruhi oleh sentimen domestik dan global.
Kesimpulan, penguatan rupiah terhadap dolar AS pada Jumat, 14 Agustus 2026, dipengaruhi oleh sentimen positif domestik, termasuk pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR. Namun, pergerakan mata uang Asia masih bervariasi, dan rupiah berpotensi mengalami fluktuasi lebih lanjut tergantung pada sentimen global dan domestik.











