Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 April 2026 | Manchester City menorehkan sejarah baru pada 25 April 2026 di Wembley setelah mengalahkan Southampton dengan skor 2-1 dalam semifinal FA Cup. Gol penentu yang dicetak oleh Nico González dari jarak 25 meter mengubah alur pertandingan dan memastikan City melaju ke final keempat berturut-turut dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Pemain asal Galicia ini baru bergabung dengan City pada Februari 2025 dengan nilai transfer 60 juta euro, menggantikan Rodrigo Hernández yang absen karena cedera lutut. Sebelum kepindahannya, González mengasah kemampuan di akademi Barcelona dan meraih gelar juara bersama Porto, namun belum pernah mencetak gol krusial di kompetisi utama Inggris.
Pertandingan dimulai dengan dominasi City. Dalam lima menit pertama, Omar Marmoush hampir membuka skor setelah tembakannya memantul di tiang gawang lawan. Namun, pertahanan Southampton, dipimpin oleh penjaga gawang James Trafford, berhasil menahan serangan-serangan awal.
Tekanan City berlanjut hingga menit ke-79, ketika Finn Azaz mencetak gol luar biasa dari luar kotak penalti, memberi keunggulan 1-0 bagi Southampton. Gol tersebut mengguncang City, memaksa pelatih Pep Guardiola mengganti taktik dan menurunkan pemain sayap seperti Savinho dan Jérémy Doku untuk memperlebar permainan.
Setelah sekian menit intens, City berhasil menyamakan kedudukan melalui tembakan Doku yang memanfaatkan kekeliruan pertahanan Southampton. Gol tersebut mengembalikan semangat tim dan mengantar pertandingan ke babak tambahan.
Puncak drama terjadi pada menit ke-85. González menerima bola di tepi kotak penalti, mengatur langkah, lalu menendang bola dengan kaki kanan secara bersih. Bola meluncur dengan kecepatan tinggi, menembus jaringan pertahanan dan menancap ke sudut atas gawang Peretz, mengamankan kemenangan 2-1 bagi City. Gol tersebut tidak hanya menambah skor, tetapi juga menegaskan kualitas teknis González di level tertinggi.
Setelah gol penentu, wasit memberikan penghargaan MVP kepada González. Sorotan media menyoroti ketenangan dan ketajamannya dalam situasi krusial, menjadikannya sorotan utama dalam sejarah singkat kariernya di Premier League.
Kemenangan ini menempatkan Manchester City sebagai tim pertama dalam sejarah FA Cup yang berhasil mencapai empat final berturut-turut. Meskipun hanya satu dari tiga final terakhir yang berhasil dimenangkan (2022-2023), pencapaian ini menegaskan konsistensi klub di bawah asuhan Guardiola.
Pelatih Guardiola mengapresiasi kontribusi González, menyebutnya sebagai “pemain yang selalu siap melangkah pada momen penting” dan menekankan pentingnya mentalitas menyerang dalam setiap pertandingan.
City kini menantikan final melawan pemenang antara Chelsea dan Leeds United, yang akan dipertaruhkan pada hari Minggu berikutnya di Wembley. Jika berhasil, mereka akan menambah koleksi trofi FA Cup dan memperkuat dominasi mereka di panggung domestik Inggris.











