Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Agustus 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjajaki potensi kolaborasi dan investasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui kunjungan kerja Gubernur Jateng dan sejumlah bupati ke wilayah tersebut. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menilai IKN punya potensi besar untuk diajak kolaborasi demi kemajuan bersama, mengingat wilayah tersebut akan menjadi ibukota negara.
Kunjungan Gubernur Ahmad Luthfi bersama rombongan disambut hangat oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono beserta jajaran. Turut mendampingi Luthfi dalam kunjungan tersebut jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jateng, serta Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, dan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.
Menurut dia, salah satu potensi yang bisa dikerjasamakan adalah produk furnitur dari Kabupaten Jepara yang bisa dijual ke IKN. “Di Jepara itu adalah daerah yang sudah dikenal dengan produk furnitur. Saya coba melihat potensi apakah ada peluang kerja sama furnitur di IKN dari Jawa Tengah,” katanya di Semarang.
Selain potensi tersebut, Luthfi juga menjajaki peluang kolaborasi dari dinas terkait, BUMD seperti perbankan, bahkan perguruan tinggi yang ada di Jateng. Potensi itu ditawarkan, mengingat perencanaan pembangunan di IKN masih menyisakan ruang kolaborasi. “Intinya Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga,” kata mantan Kapolda Jateng itu.
Dalam pertemuan tersebut, Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan IKN, termasuk skema pendanaan yang menjadi landasan percepatan pembangunan. Saat ini, pembangunan IKN didukung melalui tiga skema pembiayaan, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, serta hibah.
Hingga saat ini, realisasi investasi swasta yang telah masuk ke IKN mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor, sementara nilai proyek melalui skema KPBU mencapai Rp134,25 triliun. Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa Otorita IKN terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai daerah di Indonesia, termasuk Pemprov Jateng.
Menurut dia, sinergi antardaerah menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ekosistem pembangunan IKN, sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan. “Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa peluang kerja sama tidak hanya terbatas pada investasi, tetapi juga dapat mencakup berbagai sektor strategis yang mendukung pengembangan kawasan IKN, mulai dari penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, hingga sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Antara lain, Otorita IKN juga membahas mengenai Sekolah Nasional Terintegrasi yang telah diluncurkan dan beroperasi. Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus peluncuran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 7 Bogor, Jawa Barat.
Peluncuran ini dilaksanakan bersamaan dengan 16 Sekolah Nasional Terintegrasi lainnya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. “Sekolah Nasional Terintegrasi bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan intervensi strategis negara dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang dekat dengan masyarakat hingga ke seluruh pelosok negeri,” ujar Dudung.
Dia menegaskan, Kantor Staf Presiden memiliki mandat langsung untuk memastikan program-program prioritas Presiden, termasuk Program Sekolah Nasional Terintegrasi, dapat terealisasi tanpa hambatan. Keberhasilan program ini tidak hanya bertumpu pada sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, tetapi juga komitmen seluruh pihak yang terlibat.
Di akhir, pembangunan IKN diharapkan dapat membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan swasta, diharapkan IKN dapat menjadi ibu kota yang maju dan berkelanjutan.











