Internasional

Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik, Apa yang Terjadi?

×

Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik, Apa yang Terjadi?

Share this article
Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik, Apa yang Terjadi?
Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik, Apa yang Terjadi?

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Agustus 2026 | Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, telah mencabut gelar kerajaan menantunya, Raabi’atul Adawiyyah, melalui dekrit kerajaan yang diumumkan Kantor Grand Chamberlain. Pencabutan gelar tersebut dilakukan setelah perilaku Raabi’atul dinilai tidak pantas bagi seorang anggota keluarga kerajaan serta dianggap mencoreng nama baik monarki dan menunjukkan kurangnya rasa hormat kepada Sultan.

Raabi’atul, yang berusia 33 tahun, merupakan istri Pangeran Abdul Malik, putra kedua Sultan Hassanal Bolkiah dan berada di urutan keempat dalam garis pewarisan takhta Brunei. Diketahui bahwa keduanya menikah pada 2015 dan telah memiliki empat anak, sementara gelar kerajaan anak-anak mereka dilaporkan tidak terpengaruh oleh keputusan tersebut.

Alasan spesifik mengenai tindakan Raabi’atul yang dianggap tidak pantas belum diungkapkan kepada publik. Pencabutan gelar tersebut juga berbeda dari keputusan Sultan sebelumnya terhadap dua mantan istrinya karena hingga kini belum ada pengumuman mengenai perceraian antara Raabi’atul dan Pangeran Abdul Malik.

Sultan Hassanal Bolkiah telah memimpin Brunei sejak 1967 dan dikenal sebagai salah satu penguasa terlama yang masih bertakhta di dunia. Keputusan terhadap Raabi’atul menunjukkan bahwa status sebagai bagian dari keluarga kerajaan tidak menjamin seseorang mempertahankan gelar apabila dianggap melanggar standar perilaku yang ditetapkan oleh monarki.

Dalam konteks lain, Sultan Brunei juga telah menunjukkan perhatian terhadap urusan negara tetangga, termasuk Malaysia. Baru-baru ini, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengucapkan terima kasih kepada Sultan Hassanal Bolkiah atas doa dan perhatian setelah menjalani operasi. Hal ini menunjukkan hubungan baik antara kedua negara dan pemimpinnya.

Kesimpulan dari peristiwa pencabutan gelar Raabi’atul dan hubungan baik antara Brunei dan Malaysia menunjukkan bahwa dinamika dalam keluarga kerajaan dan hubungan internasional terus berubah dan berkembang. Pencabutan gelar Raabi’atul menegaskan pentingnya mempertahankan standar perilaku yang tinggi dalam keluarga kerajaan, sementara hubungan baik antara Brunei dan Malaysia memperlihatkan kerja sama dan saling menghormati antara negara-negara di kawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *