Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 April 2026 | Bandara Imam Khomeini di Tehran, Iran, resmi kembali melayani penerbangan internasional pada Sabtu pagi, menandai pemulihan layanan udara setelah hampir dua bulan terhenti akibat konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
CEO Imam Khomeini Airport City, Ramin Kashef Azar, mengonfirmasi kepada Kantor Berita Buruh Iran (ILNA) pada Jumat 24 April bahwa penerbangan penumpang internasional akan kembali beroperasi pada hari Sabtu. Penerbangan pertama yang lepas landas dari bandara tersebut menuju empat tujuan utama: Istanbul (Turki), Muscat (Oman), Madinah (Arab Saudi), dan kembali ke Muscat.
Gangguan lalu lintas udara bermula sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari yang memicu balasan Iran. Konflik tersebut menutup sebagian besar rute penerbangan komersial di wilayah Timur Tengah. Sejak 8 April, gencatan senjata yang dimediasi Pakistan berhasil menahan eskalasi, memungkinkan otoritas penerbangan Iran untuk merencanakan pemulihan layanan.
Berikut rangkuman rute yang kembali beroperasi:
- Istanbul, Turki – koneksi utama ke Eropa dan Asia.
- Muscat, Oman – pintu gerbang ke Teluk Persia.
- Madinah, Arab Saudi – destinasi penting bagi jamaah haji dan umrah.
Pengumuman ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata dan perdagangan Iran yang sangat bergantung pada konektivitas udara internasional. Pemerintah Iran berharap pemulihan ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang terdampak berat oleh sanksi internasional serta kerugian akibat penutupan wilayah udara.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, berada di Islamabad pada hari yang sama, menandai upaya diplomatik lanjutan yang difasilitasi Pakistan. Dua utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, juga mengunjungi Islamabad, meski peluang terjadinya pembicaraan langsung antara Washington dan Tehran masih dianggap minim.
Para analis menilai bahwa pembukaan kembali Bandara Imam Khomeini bukan hanya langkah logistik, melainkan juga simbolik. Ini menunjukkan niat Iran untuk mengembalikan stabilitas regional dan memulihkan hubungan perdagangan dengan negara‑negara tetangga serta mitra global.
Para penumpang yang menantikan penerbangan internasional kini dapat memanfaatkan layanan baru ini. Maskapai lokal dan internasional telah menyiapkan jadwal baru, dengan harapan dapat menambah frekuensi penerbangan dalam beberapa minggu ke depan.
Ke depannya, otoritas penerbangan Iran berencana meninjau kembali rute‑rute lain yang sempat dibatalkan, termasuk layanan ke kota‑kota Eropa Barat dan Asia Selatan, tergantung pada perkembangan situasi keamanan dan diplomatik.
Dengan dibukanya Bandara Imam Khomeini, harapan akan kembali terbangnya ekonomi Iran dan pemulihan hubungan regional menjadi lebih nyata. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang, serta menjaga kestabilan operasional bandara dalam jangka panjang.











