Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 April 2026 | Jumat (24/4) menjadi hari yang penuh ketegangan bagi Persib Bandung ketika menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Laga pekan ke-29 Liga Super 2025/2026 berakhir dengan skor 0-0, meski tim asuhan Bojan Hodak menguasai bola lebih banyak. Kemenangan yang diharapkan tetap melayang, namun sorotan utama beralih pada penampilan luar biasa kiper Arema, Lucas Frigeri, yang berhasil menutup rapatnya gawang lawan.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, tidak menyembunyikan rasa hormatnya kepada penjaga gawang tamu. “Kiper mereka tampil luar biasa, banyak peluang kami yang tidak berhasil diubah menjadi gol,” ujar Hodak usai peluit akhir. Ia menambahkan bahwa pertahanan Arema terbukti sangat disiplin, sehingga menuntut Persib meningkatkan penyelesaian akhir di depan gawang lawan.
Sepanjang pertandingan, Persib menunjukkan pola menyerang yang agresif. Dua sayap kanan dan kiri sering beradu dengan bek sayap Arema, menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, setiap kali pemain Persib menembus kotak penalti, Lucas Frigeri melakukan penyelamatan krusial yang menegangkan penonton.
- Menit ke-12: Tegar Satria mengirimkan umpan silang dari sisi kiri, namun kiper Lucas Frigeri menangkis bola dengan mudah.
- Menit ke-27: Andre Rizky melepaskan tembakan jarak jauh yang hampir masuk, tetapi diselamatkan oleh reaksi cepat kiper.
- Menit ke-54: Penyerang Persib, Riko Pratama, berada satu kaki di dalam kotak penalti sebelum tembakan meleset, dan Lucas kembali mengeluarkan penyelamatan penting.
Selain penyelamatan, Lucas Frigeri juga menunjukkan peran distribusi yang baik, melancarkan umpan pendek ke lini belakang untuk memulai serangan balik. Hal ini menambah nilai tambah pada penampilannya yang tidak hanya sekadar menahan tembakan, tetapi juga menjadi motor penggerak transisi tim.
Di sisi lain, Bojan Hodak menilai bahwa kendala utama Persib terletak pada penyelesaian akhir. “Kami menghasilkan peluang, namun eksekusi kami belum maksimal. Kualitas akhir tendangan masih perlu diperbaiki,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kekompakan tim tidak menjadi masalah, karena Persib telah bermain bersama dalam periode yang cukup lama, sehingga persiapan singkat tidak menjadi alasan kekalahan.
Hodak juga menyoroti kondisi lapangan yang dianggap “lucunya” oleh sebagian pemain, namun menegaskan bahwa faktor tersebut tidak menghalangi timnya untuk mengoptimalkan permainan. “Kami harus fokus pada taktik dan mental, bukan pada hal-hal teknis di luar kontrol kami,” tegasnya.
Berita baiknya, hasil imbang ini tetap menjaga Persib di puncak klasemen sementara dengan 66 poin, unggul tiga poin dari Borneo FC di posisi kedua. Namun, persaingan semakin ketat menjelang fase akhir musim, dan Bojan menekankan pentingnya menjaga konsistensi serta meningkatkan ketajaman di depan gawang.
Kiper muda Persib, Fitrah Maulana, yang mendapat kesempatan bermain di laga ini, menyatakan rasa syukurnya atas kepercayaan pelatih. “Saya belajar banyak dari pertandingan ini, terutama dalam hal posisi dan antisipasi,” katanya. Penampilannya menjadi catatan positif bagi skuad, meski belum berhasil mengubah hasil menjadi kemenangan.
Melihat statistik pertandingan, Persib mencatat 14 tembakan ke arah gawang, dengan 6 di antaranya menguji kiper lawan. Arema mencatat 8 tembakan, namun hanya 4 yang tepat sasaran. Penyelesaian akhir Persib berada pada angka 43%, menunjukkan ruang perbaikan yang signifikan.
Ke depan, Persib akan kembali beraksi melawan tim papan atas lain dalam jadwal Liga Super. Bojan Hodak berharap tim dapat memanfaatkan pengalaman imbang ini sebagai motivasi untuk meningkatkan akurasi finishing serta mempertahankan pertahanan yang solid.
Dengan sorotan khusus pada kiper lawan, Lucas Frigeri, dan evaluasi taktik yang tajam, Persib Bandung tetap berada di jalur yang tepat untuk mengejar gelar juara. Tantangan selanjutnya adalah mengubah peluang menjadi poin penuh.









