Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 April 2026 | Sabtu pagi (25 April 2026) di Estadio de la Cartuja, Seville, Real Betis berhasil menahan keunggulan Real Madrid dengan hasil imbang 1-1 pada pekan ke-32 Liga Spanyol 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit pertama menampilkan aksi-aksi menyerang dari kedua belah pihak, namun hanya dua gol yang tercipta. Gol awal dicetak oleh Vinícius Júnior pada menit ke-17 setelah memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Federico Valverde yang memantul ke dalam kotak penalti. Gol tersebut memberi Real Madrid keunggulan awal dan menimbulkan harapan bagi Los Blancos untuk menutup jarak dengan pemimpin klasemen, Barcelona.
Setelah keunggulan pertama, Real Madrid terus menguasai penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Pada menit ke-5, Vinícius mengirim umpan ke Federico Valverde yang hampir menabrak tiang gawang lawan. Tiga menit kemudian, Vinícius kembali beraksi dengan umpan melengkung kepada Kylian Mbappé, namun sang penyerang gagal mengontrol bola dengan baik sehingga peluang terlewat. Tekanan Madrid tetap tinggi, namun pertahanan Betis menunjukkan disiplin yang solid, terutama melalui kontribusi bek Ferland Mendy yang melakukan intersepsi penting di zona pertahanan.
Babak kedua berubah menjadi medan pertempuran yang lebih sengit. Real Betis mulai menekan secara berulang dan akhirnya menemukan celah pada tambahan waktu pertama (90+4 menit). Hector Bellerín, mantan bek Arsenal yang kini memperkuat Betis, memanfaatkan serangan balik cepat dan mengeksekusi tembakan jarak dekat yang melesakkan bola ke sudut kanan gawang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol penyeimbang ini muncul tepat saat Real Madrid masih mengincar tiga poin, sehingga menimbulkan kekecewaan di ruang ganti Los Blancos.
Reaksi pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, langsung mengkritik keputusan wasit setelah gol Bellerín. Arbeloa menilai bahwa terjadi pelanggaran pada Ferland Mendy saat proses gol, sekaligus menyoroti kebiasaan timnya yang sering kebobolan pada menit-menit akhir pertandingan. Kritik tersebut memicu perdebatan di kalangan pengamat mengenai konsistensi officiating di La Liga, terutama pada situasi injury time yang krusial.
Berita imbang ini berdampak signifikan pada tabel klasemen. Real Madrid tetap berada di posisi kedua dengan 74 poin setelah 32 pertandingan, sementara Barcelona memimpin dengan selisih poin yang semakin lebar. Di sisi lain, Real Betis mencatat 50 poin dari 33 pertandingan, mengamankan posisi kelima. Berikut adalah rangkuman singkat klasemen setelah laga tersebut:
| Posisi | Klub | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Barcelona | 78 |
| 2 | Real Madrid | 74 |
| 5 | Real Betis | 50 |
Suasana di stadion juga mencuri perhatian. Para penonton Betis memberikan sorakan bergemuruh setelah gol penyeimbang, sementara sejumlah suporter Barcelona yang menonton secara nobar (nonton bareng) di luar stadion mengekspresikan kegembiraan atas hasil imbang yang menguntungkan tim rival mereka. Reaksi ini menambah dimensi sosial dari pertandingan, memperlihatkan betapa rivalitas antar klub Spanyol tidak hanya terjadi di lapangan, melainkan juga di ruang publik.
Secara taktik, kemenangan imbang ini menyoroti kebutuhan Real Madrid untuk meningkatkan konsistensi pertahanan pada menit-menit akhir. Sementara itu, Real Betis menunjukkan kemampuan untuk bangkit dari ketertinggalan, memanfaatkan peluang cepat dan menegaskan pentingnya kedalaman skuad dalam menghadapi tim-tim papan atas. Kedua tim kini menatap laga berikutnya dengan target berbeda: Madrid berusaha menutup celah poin dengan Barcelona, sedangkan Betis mengincar tempat di zona Liga Champions.
Dengan hasil 1-1 ini, persaingan gelar La Liga 2025/2026 semakin menegangkan. Real Madrid harus menambah tiga poin dalam dua laga berikutnya untuk mengejar Barcelona, sementara Real Betis berharap hasil ini dapat menjadi landasan untuk memperkuat posisi mereka di papan atas. Pertandingan selanjutnya dijanjikan akan menjadi sorotan utama bagi para pecinta sepakbola Spanyol.











