BERITA

Musim Kemarau 2026: Puncak Kemarau Tidak Serentak dan Tips Menangkal Debu

×

Musim Kemarau 2026: Puncak Kemarau Tidak Serentak dan Tips Menangkal Debu

Share this article
Musim Kemarau 2026: Puncak Kemarau Tidak Serentak dan Tips Menangkal Debu
Musim Kemarau 2026: Puncak Kemarau Tidak Serentak dan Tips Menangkal Debu

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 08 Agustus 2026 | Musim kemarau 2026 telah memasuki wilayah Indonesia sejak April 2026 dan diprediksi hingga September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026, tetapi tidak secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

BMKG menjelaskan bahwa puncak kemarau ditetapkan sebagai periode tiga dasarian (30-31 hari) dengan curah hujan paling sedikit dalam satu musim. Setiap daerah memiliki waktu puncak kemarau yang berbeda karena dipengaruhi oleh Zona Musim (ZOM). Sekitar 48,84 persen wilayah mengalami puncak kemarau pada Agustus, sementara sebagian wilayah lainnya sudah lebih dulu mengalaminya pada Juli (12,26 persen) dan sebagian lagi di bulan September (25,41 persen).

Selain itu, musim kemarau juga membuat debu dari luar lebih mudah terbawa masuk ke dalam rumah. Namun, ada beberapa cara untuk menangkal debu masuk rumah di musim kemarau, seperti membersihkan rumah pada waktu yang tepat, memperhatikan area yang paling sering dilewati, dan menjaga jalur masuk rumah tetap bersih.

Polri juga telah mengambil langkah untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memperkuat pemantauan kebakaran hutan dan lahan melalui Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi). Sistem ini memungkinkan seluruh pemangku kepentingan memperoleh data yang sama secara cepat sehingga langkah verifikasi, pencegahan, hingga penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif, terukur, dan terpadu.

Dalam upaya mencegah kekeringan, relawan dari Save Rescue dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan perawatan sumber air di Gua Keceme, Panggang, Gunungkidul, DIY. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026) dengan membersihkan endapan tanah di static pool serta memastikan pompa air tetap berfungsi selama musim kemarau.

Dalam menghadapi musim kemarau, penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta menjaga ketersediaan sumber air. Dengan demikian, kita dapat menghadapi musim kemarau dengan lebih siap dan efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *