BERITA

Istana Merespons Isu Usulan Nobel Perdamaian untuk Program Makan Bergizi Gratis dan Lulusan Terbaik IPDN

×

Istana Merespons Isu Usulan Nobel Perdamaian untuk Program Makan Bergizi Gratis dan Lulusan Terbaik IPDN

Share this article
Istana Merespons Isu Usulan Nobel Perdamaian untuk Program Makan Bergizi Gratis dan Lulusan Terbaik IPDN
Istana Merespons Isu Usulan Nobel Perdamaian untuk Program Makan Bergizi Gratis dan Lulusan Terbaik IPDN

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 08 Agustus 2026 | Pemerintah Indonesia melalui Istana Kepresidenan telah merespons isu yang beredar mengenai usulan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh Nobel Perdamaian 2026. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengaku bahwa pihaknya belum mengetahui adanya usulan tersebut.

Hasan Nasbi juga menegaskan bahwa makalah yang diunggah tersebut bukan berasal dari pemerintah. Oleh sebab itu, ia akan mengecek kebenaran dari makalah yang beredar tersebut. Isu tersebut mencuat setelah beredar makalah yang diunggah di papers.ssrn.com berjudul “Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia’s Economic Growth.”

Sementara itu, Muhammad Ramdhan berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) setelah melalui perjuangan panjang. Putra daerah tersebut sempat dua kali gagal dalam seleksi masuk IPDN sebelum akhirnya lolos pada percobaan ketiga. Tekadnya untuk berkuliah di IPDN tumbuh karena hampir setiap hari ia melewati gerbang kampus tersebut dan melihat aktivitas petugas keamanan dalam (PKD).

Ramdhan bercerita ketika terpuruk, sang ayah yang merupakan pensiunan Polri berpangkat Ipda dan ibu pensiunan guru terus menyemangati dan memotivasi untuk mencoba lagi. Kedua orang tuanya begitu yakin ia akan menjadi Praja IPDN. Usai gagal pada seleksi pertama, Ramdhan melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Bogor sambil mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi IPDN kembali.

Di sela-sela perkuliahan, ia terus mempersiapkan diri dengan belajar dan berlatih fisik agar nantinya bisa diterima di IPDN. Namun, di tengah kesibukan kuliah dan belajar di tahun kedua, Ramdhan kembali gagal. Meski kembali gagal pada percobaan kedua, kedua orangtuanya tetap meyakini bahwa keberhasilan akan datang pada waktu yang tepat.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melantik sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Pejabat yang dilantik terdiri atas pejabat struktural akademik, pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, dan pejabat fungsional.

Dalam arahannya, Tito menegaskan bahwa pelantikan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang berlangsung secara wajar sekaligus menjadi momentum penyegaran. Selain karena ada pejabat yang memasuki masa pensiun, pelantikan juga membuka kesempatan bagi pejabat lain untuk mengembangkan karier melalui mutasi maupun promosi.

Tito berharap pelantikan tersebut dapat memotivasi seluruh pegawai Kemendagri untuk terus meningkatkan kinerja. Ia meyakini bahwa setiap amanah jabatan merupakan ketetapan Tuhan Yang Maha Kuasa. Pada kesempatan itu, Tito juga mengapresiasi para pejabat yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya atas dedikasi dan kontribusi yang diberikan selama bertugas.

Lebih lanjut, Tito mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kemendagri untuk mendukung kepemimpinan para pejabat yang baru dilantik. Menurutnya, sinergi dan kerja sama antarpegawai menjadi kunci dalam memperkuat kinerja organisasi. Terlebih, Kemendagri mengemban peran strategis sebagai pembina dan pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia, mulai dari menjaga stabilitas politik dan pemerintahan, administrasi kewilayahan, hingga pelayanan administrasi kependudukan.

Kesimpulan dari berbagai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kinerja dan memperkuat sinergi antarpegawai untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Dengan demikian, diharapkan pemerintah dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *