Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 April 2026 | Sabtu, 25 April 2026, menjadi momen puncak kompetisi sepak bola klub Asia ketika Al-Ahli Saudi melawan Machida Zelvia dari Jepang di final AFC Champions League Elite 2025-26. Pertandingan yang digelar di Alimna Bank Stadium, King Abdullah Sports City, Jeddah, menarik perhatian lebih dari 60.000 penonton serta jutaan pemirsa di seluruh dunia.
Al-Ahli memasuki final sebagai juara bertahan setelah mengalahkan Vissel Kobe 2-1 pada semifinal. Tim yang dipimpin pelatih asal Jerman, Matthias Jaissle, menampilkan skuad berisi bintang internasional seperti Riyad Mahrez, bek berkelas Edouard Mendy, serta penyerang Inggris Ivan Toney yang menjadi pencetak gol terbanyak Liga Pro Saudi musim ini. Sementara itu, Machida Zelvia menapaki debutnya di panggung kontinental dengan gaya pertahanan yang disiplin. Coach Go Kuroda menegaskan timnya tidak terintimidasi oleh nama‑nama besar lawan, melainkan fokus pada taktik yang telah terbukti efektif selama fase knockout.
Babak pertama pertandingan berlangsung sengit. Machida menampilkan pressing tinggi dan menutup ruang bagi Al-Ahli untuk mengembangkan serangan lewat sisi sayap. Pada menit ke‑23, Franck Kessie, yang menjadi andalan tengah Al-Ahli, melepaskan tembakan kiri yang hampir mengarah ke sudut atas kiri gawang, namun masih meleset tipis. Beberapa menit kemudian, Riyad Mahrez memberikan umpan terobosan kepada Al‑Buraikan yang hampir mencetak gol, namun kiper Machida melakukan penyelamatan krusial.
Di penghujung babak pertama, terjadi insiden penting ketika pemain cadangan Al‑Ahli, Mohammed Abdulrahman, menerima kartu merah setelah mengeluarkan komentar keras kepada wasit. Kejadian ini mengurangi jumlah pemain Al‑Ahli menjadi sepuluh orang, menambah beban defensif bagi tim Saudi di menit‑menit akhir babak pertama.
Masuk ke babak tambahan, kedua tim tampak lelah namun tidak mengurangi intensitas. Pada menit ke‑95, Kessie kembali mencoba peluang dari sisi kiri kotak penalti, tembakan kali ini meleset ke tiang atas kiri. Meski begitu, tekanan terus berlanjut dan pada menit ke‑96, Al‑Buraikan menerima umpan silang dari Mahrez, mengontrol bola dengan kaki kiri dan mengeksekusi tembakan keras ke sudut tengah gawang, mengantarkan Al‑Ahli unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi penentu dalam extra time yang diwarnai dengan pertahanan ketat Machida. Tim Jepang tetap berusaha menembus pertahanan Al‑Ahli yang kini mengandalkan pergerakan cepat dan penempatan pemain yang cerdas meski berada dalam situasi satu pemain kurang. Pada menit ke‑110, Machida menekan kembali, namun serangan mereka terhenti oleh aksi penyelamatan dramatis Mendy yang menepis tembakan dari Koki Machida.
Statistik menunjukkan Machida tidak kebobolan dalam empat pertandingan terakhir kompetisi, menegaskan kualitas pertahanan mereka. Namun, Al‑Ahli berhasil menembus tembok pertahanan tersebut berkat kombinasi umpan cepat Mahrez dan finishing tajam Al‑Buraikan.
Pelatih Jaissle menilai kemenangan ini sebagai bukti konsistensi timnya. “Kami berhasil mengeksekusi rencana taktik meski berada dalam kondisi satu pemain kurang. Kemenangan ini memberi kami kesempatan bersejarah untuk menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar AFC Champions League,” ujar Jaissle usai pertandingan.
Sementara itu, Go Kuroda tetap optimis meski hasil akhir tidak berpihak pada Machida. “Kami menunjukkan bahwa klub dari divisi kedua Jepang dapat bersaing dengan tim elit Asia. Pengalaman ini akan menjadi landasan bagi generasi mendatang,” kata Kuroda dalam konferensi pers.
Dengan kemenangan 1-0, Al‑Ahli resmi menjadi juara beruntun AFC Champions League Elite 2025-26. Prestasi ini menambah koleksi trofi klub serta menegaskan dominasi sepak bola Saudi di level Asia. Di sisi lain, Machida Zelvia meninggalkan jejak sejarah sebagai tim debut yang berhasil mencapai final, membuka peluang bagi klub‑klub J‑League lain untuk menembus kompetisi kontinental di masa depan.











