BERITA

Pabrik Gula RI Siap Untuk Mencapai Swasembada

×

Pabrik Gula RI Siap Untuk Mencapai Swasembada

Share this article
Pabrik Gula RI Siap Untuk Mencapai Swasembada
Pabrik Gula RI Siap Untuk Mencapai Swasembada

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 07 Agustus 2026 | Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru di Kediri mencatat capaian positif pada musim giling 2026. Memasuki hari giling ke-75, pabrik berhasil menggiling 4 juta kuintal tebu, sekaligus memperkuat optimisme untuk mencapai target 9 juta kuintal hingga akhir musim giling tahun ini.

General Manager PG Pesantren Baru, Sugondo, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, mulai dari karyawan, petani tebu, hingga tenaga tebang angkut yang menjaga kelancaran proses produksi.

Keberhasilan menembus angka 4 juta kuintal tidak lepas dari dedikasi seluruh elemen yang terlibat dalam proses produksi. Sugondo menyampaikan apresiasi kepada para petani tebu, tenaga tebang, sopir, serta seluruh karyawan yang terus menjaga pasokan bahan baku selama musim giling berlangsung.

Capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran PG Pesantren Baru untuk terus meningkatkan kinerja. Dalam waktu dekat, perusahaan menargetkan mampu mencapai 5 juta kuintal tebu sebelum melanjutkan perburuan target akhir musim.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Sonny T. Danaparamita, mengingatkan pemerintah bahwa target swasembada gula nasional hanya dapat dicapai jika dibarengi reformasi menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir.

Sonny menilai kebijakan yang mewajibkan industri gula rafinasi memiliki kebun tebu sendiri perlu menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan tersebut dinilai kurang tepat karena adanya keterbatasan lahan, khususnya di Pulau Jawa, serta tidak secara langsung meningkatkan produksi gula nasional.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB, Dwi Andreas Santosa, menegaskan bahwa rencana mewajibkan industri gula rafinasi memiliki kebun tebu sendiri tidak sesuai dengan konsep awal pendirian industri tersebut.

Oleh karena itu, kebijakan tersebut dinilai sulit diterapkan karena pabrik gula rafinasi sejak awal memang dibangun untuk mengolah bahan baku gula mentah (raw sugar) menjadi gula rafinasi, bukan untuk mengembangkan perkebunan tebu.

Sonny juga mendukung penuh terhadap langkah negara yang akan mengusut dan memeriksa perusahaan atau pabrik gula yang kedapatan menolak menyerap tebu hasil produksi petani dengan alasan teknis.

Di sisi lain, film Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula yang tayang mulai Kamis, 6 Agustus 2026, mengisahkan tentang sekelompok anak Pramuka yang sedang survey lokasi untuk jambore. Di tengah kegiatan, salah seorang anak yang hobi makan gula-gula tiba-tiba menghilang.

Tak ingin menyerah, ketiga sahabat dan kakak pembina mereka harus memecahkan berbagai petunjuk untuk mengungkap kebenaran di balik hilangnya si bocah.

Film ini menjadi salah satu film Indonesia yang menawarkan pengalaman menonton berbeda bagi keluarga maupun penonton remaja. Dengan cerita yang penuh teka-teki dan karakter yang beragam, Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula menjadi salah satu film Indonesia yang menarik untuk dinantikan.

Kesimpulan, pabrik gula di Indonesia siap untuk mencapai swasembada gula nasional. Dengan capaian positif pada musim giling 2026, PG Pesantren Baru di Kediri berhasil menggiling 4 juta kuintal tebu. Sementara itu, pemerintah perlu melakukan reformasi menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir untuk mencapai target swasembada gula nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *