Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 04 Agustus 2026 | Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di Surabaya untuk menuntut penegakan hukum atas kasus pembacokan dua anggotanya yang diduga dilakukan oleh oknum debt collector. Aksi ini berlangsung tertib dengan pengamanan ketat dari aparat gabungan.
Menurut Koordinator Komunitas Arus Bawah PSHT Jatim, Bondan, insiden tersebut merupakan persoalan individu, bukan konflik organisasi maupun SARA. PSHT meminta polisi segera menangkap oknum debt collector yang diduga melakukan aksi pembacokan dan premanisme.
Komunitas Arus Bawah PSHT membuka pintu rekonsiliasi dengan M1R demi menjaga kondusivitas dan mencegah konflik meluas. Aksi massa PSHT di Surabaya berlangsung dengan damai, namun beberapa insiden kecil terjadi seperti lemparan batu ke arah aparat penegak hukum.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, menegaskan bahwa kepolisian telah mengidentifikasi pelaku lain dan akan terus melakukan pengejaran. Ia memastikan penyidikan tidak berhenti dan meminta masyarakat ikut membantu apabila mengetahui keberadaan pelaku yang masih buron.
Untuk mempercepat pengejaran, Polrestabes Surabaya juga akan berkoordinasi dengan koordinator PSHT di Surabaya. Polisi berencana membagikan identitas maupun foto para buronan agar informasi dari masyarakat dapat membantu proses penangkapan.
Kuasa hukum korban, Maksum Rosadin, meminta penyidik tidak berhenti hanya dengan menetapkan satu tersangka. Menurutnya, rekaman video yang beredar menunjukkan dugaan keterlibatan lebih dari satu orang dalam aksi penganiayaan tersebut.
Dalam aksi tersebut, massa menegaskan bahwa mereka tidak hanya menuntut penangkapan pelaku utama yang telah diamankan, tetapi juga mendesak polisi segera menangkap seluruh pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, situasi keamanan di Surabaya memanas setelah terjadi pembacokan dua anggota PSHT. Namun, dengan aksi damai dan pengamanan ketat, situasi dapat dikendalikan dan diharapkan tidak akan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
PSHT dan aparat kepolisian berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Surabaya. Dengan demikian, diharapkan situasi dapat kembali normal dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.











