Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 April 2026 | Millwall FC kembali menjadi sorotan publik setelah dua peristiwa penting menimpa klub pada pekan ini. Di satu sisi, klub terjebak dalam polemik terkait buku edukasi anti‑rasisme yang menampilkan logo Millwall pada pakaian bergaya Ku Klux Klan, sementara di sisi lain, tim berhasil mengamankan hasil imbang 1‑1 melawan Leicester City dan melaju ke posisi kedua klasemen Championship.
Kontroversi dimulai ketika sebuah buku panduan edukasi anti‑rasisme yang didistribusikan di sekolah-sekolah menampilkan ilustrasi sebuah jubah KKK lengkap dengan logo Millwall FC. Gambar tersebut memicu kemarahan luas, mengingat sejarah supremasi kulit putih di Amerika. Pengamat dan aktivis menilai langkah tersebut tidak sensitif dan menuduh klub terlibat dalam penyebaran simbol kebencian.
Manajemen Millwall segera mengeluarkan pernyataan resmi, menyatakan permintaan maaf atas kelalaian tersebut dan menegaskan bahwa klub tidak memiliki afiliasi apa pun dengan kelompok supremasi. Klub juga mengumumkan bahwa materi tersebut akan ditarik secara menyeluruh, serta meluncurkan investigasi internal untuk menelusuri sumber dan proses persetujuan materi. Selain itu, Millwall berkomitmen meningkatkan program anti‑rasisme melalui kerja sama dengan organisasi hak asasi manusia dan kampanye edukatif di kalangan suporter.
Sementara itu, pada 24 April 2026, Millwall melanjutkan perjuangannya di lapangan. Pertandingan melawan Leicester City di King Power Stadium berakhir dengan skor 1‑1. Gol pembuka datang dari Harry Souttar pada menit ke‑78, mencetak satu-satunya gol bagi Leicester dalam debutnya setelah 16 bulan pulih dari cedera Achilles. Namun, Macaulay Langstaff, yang kembali mencetak gol pertamanya sejak Februari, menyamakan kedudukan pada menit tambahan pertandingan, memastikan Millwall tetap menumpuk tiga poin.
Berbagai insiden menambah ketegangan dalam laga tersebut. Pada menit ke‑10, Millwall kehilangan penyerang Josh Coburn karena cedera pinggul. Pemain tengah Hamza Choudhury melakukan tekel keras pada Coburn, yang kemudian digantikan oleh Mihailo Ivanovic. Kedua tim mencatat sejumlah peluang terlewat: Abdul Fatawu melepaskan tendangan awal, sementara Ryan Leonard menampar bola ke mistar gawang.
Penilaian pemain mengungkap performa menonjol Langstaff yang dinilai 9/10, sementara tiga pemain Leicester memperoleh nilai hanya 4/10. Kapten Millwall Jake Cooper mendapatkan kartu kuning setelah tantangan keras pada Fatawu, menambah diskusi tentang keputusan wasit.
Dengan hasil imbang tersebut, Millwall naik ke posisi kedua klasemen, selisih satu poin dari Ipswich Town yang masih memiliki dua pertandingan tambahan. Jika Millwall dapat mempertahankan performa ini hingga sisa pertandingan melawan Oxford United, peluang promosi otomatis ke Liga Premier semakin terbuka lebar.
Suasana di sekitar King Power Stadium juga dipenuhi protes. Suporter Leicester mengibarkan spanduk “King Power Out” dan menurunkan balon berisi pesan yang menuntut perubahan manajemen klub. Sementara itu, pendukung Millwall menyoroti pentingnya aksi nyata klub dalam memerangi rasisme, mengingat sejarah mereka yang pernah terlibat dalam insiden serupa.
Secara keseluruhan, minggu ini menegaskan dualitas tantangan yang dihadapi Millwall FC: harus menata kembali citra publik di luar lapangan sekaligus mempertahankan ambisi promosi di dalamnya. Jika klub berhasil menyelesaikan masalah edukasi dengan transparansi dan terus menampilkan konsistensi performa di Championship, prospek mereka untuk kembali ke level tertinggi sepak bola Inggris tampak semakin realistis.











