Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 03 Agustus 2026 | Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan ini. Berdasarkan analisis teknikal terbaru, momentum bullish mulai terlihat setelah harga berhasil keluar dari fase konsolidasi yang sempat membatasi ruang gerak pasar dalam beberapa sesi terakhir.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit menilai, kombinasi pola grafik yang terbentuk serta dukungan indikator teknikal memberikan sinyal positif bagi emas untuk melanjutkan kenaikan selama level support utama tetap mampu dipertahankan. Menurut analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada time frame H4 saat ini membentuk pola Falling Wedge, yang dikenal sebagai salah satu pola teknikal yang sering mengindikasikan potensi pembalikan arah menuju tren bullish.
Pola ini biasanya muncul setelah harga mengalami tekanan jual dalam periode tertentu, kemudian mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan momentum bearish sebelum akhirnya bergerak naik. Keberhasilan harga keluar dari pola Falling Wedge membuka peluang bagi harga emas (XAUUSD) untuk melanjutkan kenaikan menuju area resistance pertama di kisaran 4.100.
Jika momentum beli tetap terjaga dan harga mampu menembus level tersebut, maka target kenaikan berikutnya berada di sekitar 4.146. Level-level tersebut menjadi area penting yang perlu diperhatikan trader karena berpotensi menjadi titik pengujian kekuatan tren bullish yang sedang berkembang.
Kenaikan emas disertai pengelolaan risiko Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan bahwa peluang kenaikan tersebut tetap harus disertai dengan pengelolaan risiko yang baik. Area 4.074 kini menjadi level support utama yang berfungsi sebagai batas validasi tren bullish.
Selain pola grafik, Dupoin Futures juga menyoroti posisi Moving Average (MA) 21 yang masih berada di atas pergerakan harga. Indikator tersebut kini berfungsi sebagai dynamic resistance, sehingga setiap upaya kenaikan masih berpotensi tertahan sebelum akhirnya kembali mendapat tekanan jual.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa tren utama masih berada dalam fase bearish dan belum terdapat konfirmasi yang cukup kuat untuk mengindikasikan pembalikan arah menuju tren bullish. Sementara itu, indikator Stochastic masih bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual.
Menurut Geraldo, kondisi tersebut menunjukkan momentum bearish masih cukup dominan. Meski demikian, ketika indikator memasuki area oversold, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai peluang munculnya technical rebound atau pemantulan harga dalam jangka pendek.
Namun, selama belum diikuti oleh breakout di atas resistance utama maupun perubahan struktur tren, potensi rebound tersebut masih dinilai sebagai koreksi sementara, bukan sinyal perubahan tren secara keseluruhan.
Gold Ended the Week Where It Started and Payrolls Picks the Next Direction Spot gold closed at $4,045.16 last week, down $7.68 or 0.19%, and the flat finish is the most honest thing the market has said in two weeks.
The Fed hold pulled September hike odds from above 80% down to 65% and the dollar broke lower and gold pushed above $4,100. Then yields kept climbing, the dollar recovered Friday and the rally gave it all back. Neither side won.
Friday’s Non-Farm Payrolls report is the tiebreaker. Spot gold (XAUUSD) is trending lower according to both the weekly swing chart and the 52-week moving average. However, it has been consolidating for the past 6 to 8 weeks. This suggests a new higher support base may be building for a possible shift in direction and momentum.
The weekly range I prefer to use is from November 2024 to January 2026, or $2536.85 to $5602.23. Its retracement zone is $4069.54 to $3707.82. The market has been straddling the 50% level at $4069.54 for weeks. Trader reaction to this level could set the tone this week.
A sustained move over $4069.54 will indicate the presence of buyers. If this creates enough upside momentum then look for a test of the 52-week moving average at $4312.06. Overtaking the 52-week moving average and sustaining the rally will indicate the buying is getting stronger.
Our next key level is $4481.78. On the downside, a sustained move under $4069.54 will signal the presence of sellers. The first target is the minor bottom at $3942.10 followed by potential Fibonacci support at $3707.82.
Kesimpulan: Harga emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan di tengah pelemahan dolar AS. Namun, peluang kenaikan tersebut tetap harus disertai dengan pengelolaan risiko yang baik. Trader perlu mewaspadai peluang munculnya technical rebound atau pemantulan harga dalam jangka pendek.











