Ekonomi

Saham Bumi Resources dan Pertambangan: Antara Penguatan dan Penurunan

×

Saham Bumi Resources dan Pertambangan: Antara Penguatan dan Penurunan

Share this article
Saham Bumi Resources dan Pertambangan: Antara Penguatan dan Penurunan
Saham Bumi Resources dan Pertambangan: Antara Penguatan dan Penurunan

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Agustus 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menunjukkan pergerakan yang dinamis dalam beberapa minggu terakhir. Salah satu sektor yang menjadi sorotan adalah pertambangan, terutama saham Bumi Resources (BUMI). Menurut analis, kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi dapat menjadi pemicu penguatan harga saham dalam jangka pendek.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menyampaikan bahwa laporan keuangan periode kuartal II-2026 akan menjadi salah satu katalis utama yang menentukan arah pergerakan saham-saham sektor pertambangan. Investor akan mencermati dampak dari perbaikan harga komoditas global pada sebagian periode kuartal II-2026, terhadap peningkatan margin dan profitabilitas emiten sektor pertambangan.

Sementara itu, investor asing masih melakukan aksi jual bersih pada perdagangan sesi I, Jumat, 31 Juli 2026. Saham BUMI menjadi sasaran utama aksi pelepasan terbesar oleh investor asing pada periode perdagangan tersebut. Namun, sejumlah saham masih menjadi incaran investor asing, termasuk saham DMAS yang paling banyak dikoleksi.

IHSG masih menghijau hingga akhir sesi I, dengan penguatan indeks ditopang oleh sektor bahan baku, industri, serta properti. Total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp11,02 triliun dengan volume perdagangan 17,89 miliar saham. Saham TINS memimpin daftar saham dengan nilai transaksi terbesar, sedangkan saham BUMI menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan harga 164, naik 1,23 persen.

Di jajaran 45 saham terlikuid, Bumi Resources (BUMI) mencatat penurunan paling dalam 2,94% ke Rp165. Sementara itu, saham emiten telekomunikasi seperti XL Smart Telecom (EXCL) mencatat kenaikan tertinggi 2,95% ke Rp2.440.

Kesimpulan, saham Bumi Resources dan pertambangan masih menunjukkan pergerakan yang dinamis. Investor harus mencermati kinerja keuangan dan perkembangan proyek hilirisasi mineral, serta arah belanja modal (capex) serta prospek permintaan nikel dan batu bara ke depan. Dengan demikian, peluang penguatan harga saham masih terbuka apabila realisasi kinerja mampu melampaui ekspektasi pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *