Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 31 Juli 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa telah tercapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Gaza. Kesepakatan ini melibatkan pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Trump menyatakan bahwa proses perdamaian akan dimulai dengan pelucutan senjata Hamas, yang kemudian diikuti dengan penarikan pasukan Israel dari Gaza secara bertahap. Sebagai gantinya, keamanan wilayah Gaza akan ditangani oleh Pasukan Stabilisasi Internasional yang bekerja sama dengan aparat kepolisian Palestina yang baru dibentuk.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari rencana gencatan senjata 20 poin yang sebelumnya telah diusulkan Washington. Dalam dokumen tersebut, Hamas diminta menyerahkan seluruh persenjataannya, membongkar jaringan terowongan bawah tanah yang selama ini menjadi basis operasional kelompok tersebut, serta mengakhiri aktivitas militernya.
Imbalannya, Israel akan menarik pasukannya dari Jalur Gaza dan menghentikan operasi militer di wilayah tersebut. Selain itu, Gaza direncanakan akan dipimpin oleh pemerintahan teknokrat Palestina yang mendapat dukungan internasional, sementara proses rekonstruksi wilayah yang hancur akibat perang akan dimulai secara bertahap.
Trump juga menyampaikan terima kasih kepada Mesir, Qatar, dan Turki atas upaya mediasi mereka dalam mencapai kesepakatan ini. Namun, Israel dan Hamas belum memberikan persetujuan resmi atas kesepakatan ini.
Kesepakatan ini diharapkan dapat membawa perdamaian dan keamanan di wilayah Gaza, yang telah dilanda konflik selama beberapa tahun terakhir. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan kesepakatan ini dapat dilaksanakan secara efektif.











