Ekonomi

Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS: Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Ini?

×

Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS: Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Ini?

Share this article
Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS: Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Ini?
Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS: Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Ini?

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 29 Juli 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menembus level psikologis baru pada perdagangan Rabu (29/7/2026) pagi. Berdasarkan data konversi real-time, nilai tukar rupiah berada di level Rp18.091 per dolar AS, setelah sempat menyentuh titik terlemahnya di level Rp18.108 per dolar AS.

Pelemahan ini mencerminkan koreksi lanjutan dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp18.083 per dolar AS. Pergerakan kurs spot hari ini bergerak fluktuatif dalam rentang Rp18.060 hingga Rp18.108 per dolar AS.

Ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah menjadi pemicu utama gejolak pasar finansial. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa laporan serangan rudal balistik oleh Korps Garda Republik Islam (IRGC) Iran ke basis militer AS memicu kekhawatiran global dan melonjakkan harga minyak mentah dunia.

Rupiah diperkirakan akan terus tertekan terhadap dolar AS menyusul lonjakan harga minyak akibat eskalasi militer Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah. Selain faktor ketegangan regional, pasar keuangan global juga bersikap waspada menjelang hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) The Fed.

Pelaku pasar mengantisipasi sinyal kebijakan ketat (hawkish) dari bank sentral AS tersebut, yang kian memperkuat posisi dolar AS secara global. Di dalam negeri, sentimen pasar turut dipengaruhi oleh dinamika transisi kepemimpinan di Bank Indonesia pasca-pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo.

Menanggapi tekanan nilai tukar ini, kalangan dunia usaha mendorong respon cepat dari otoritas moneter. Ketua Komite Analisis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Aviliani, menekankan bahwa sekitar 70 persen industri manufaktur nasional bergantung pada bahan baku impor.

Kestabilan rupiah dinilai sangat vital guna mencegah lonjakan biaya produksi (imported inflation) yang berpotensi membebankan konsumen. Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bergerak volatil seiring pelaku pasar bersikap hati-hati menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

Pelaku pasar menanti keputusan The Fed yang akan diumumkan pekan ini. Dolar AS menguat tipis pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026 waktu setempat, karena pelaku pasar menunggu hasil rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pekan ini.

Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur pergerakan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, naik 0,1 persen menjadi 101,52. Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026 waktu setempat, didorong meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga minyak turun menyusul meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pekan ini. Harga emas spot naik 0,6 persen menjadi USD4.076,80 per ons, sedangkan harga emas berjangka menguat 0,2 persen ke USD4.079,00 per ons.

Rupiah ditutup menguat ke Rp18.073 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (29/7/2026), setelah sebelumnya melemah. Penguatan ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS serta meningkatnya optimisme pasar terhadap komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Kesimpulan: Rupiah melemah terhadap dolar AS karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan antisipasi kebijakan The Fed. Pelaku pasar menanti keputusan The Fed yang akan diumumkan pekan ini. Industri manufaktur nasional bergantung pada bahan baku impor, sehingga kestabilan rupiah sangat vital guna mencegah lonjakan biaya produksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *