Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 27 Juli 2026 | Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih berlangsung, dengan ketegangan yang meningkat setiap hari. Dalam konteks ini, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump, untuk membahas strategi menghadapi Iran.
Netanyahu menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah memastikan keamanan dan kekuatan Israel, serta memperluas lingkaran perdamaian di sekitarnya. Ia juga menegaskan bahwa Israel akan terus berjuang melawan ancaman nuklir Iran dan konflik internal dalam masyarakat Israel.
Sementara itu, Iran terus menutup Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting untuk pengiriman minyak. Hal ini menyebabkan harga minyak dunia meningkat dan memicu kekhawatiran tentang gangguan pasokan energi global.
AS dan sekutunya terus melakukan serangan udara terhadap target-target Iran, tetapi Tehran juga melancarkan serangan balasan. Konflik ini telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di kedua belah pihak.
Dalam upaya untuk meredakan ketegangan, Oman telah menjadi mediator dalam perundingan antara AS dan Iran. Namun, proses perundingan masih terus berlangsung dan hasilnya belum dapat dipastikan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional tentang potensi eskalasi konflik yang lebih besar. Oleh karena itu, dunia internasional terus memantau situasi dengan cermat dan berharap pada penyelesaian damai yang dapat mengakhiri konflik ini.











