Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 27 Juli 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sekitar 69,5 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) belum dapat mengakses pembiayaan perbankan. Kementerian UMKM menunjuk Credit Bureau Indonesia pada platform SAPA UMKM untuk mengintegrasikan layanan laporan profil usaha secara langsung.
Integrasi tersebut ditargetkan menjangkau lebih dari 57 juta unit usaha guna membantu pelaku usaha mengakses pembiayaan formal. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.
Sementara itu, PT Bank Maybank Indonesia Tbk menggandeng OJK Provinsi Bali dan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali untuk meningkatkan literasi keuangan sejak usia dini melalui program edukasi yang menyasar 2.000 pelajar di Gianyar.
Program bertajuk MELAIB (Melek Literasi dan Aksi Finansial Bersama) tersebut merupakan kolaborasi Maybank Indonesia bersama OJK Provinsi Bali, Bank Indonesia Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, serta Prestasi Junior Indonesia.
OJK juga telah memberikan pemberlakuan izin usaha di bidang asuransi jiwa dengan prinsip syariah kepada PT MSIG Sharia Life Insurance Indonesia. Dengan izin tersebut, perusahaan dapat mulai menjalankan kegiatan usaha asuransi jiwa syariah di bawah pengawasan OJK sesuai ketentuan yang berlaku.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan Danantara akan dilibatkan dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). KSSK merupakan sebuah lembaga koordinasi beranggotakan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
KSSK biasanya melaksanakan rapat koordinasi dan melaporkan kondisi stabilitas keuangan nasional setiap kuartalan. Nantinya, rapat tersebut akan dihadiri oleh pihak Danantara Indonesia.
Dalam rangka meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM, pemerintah terus mengoptimalkan akses UMKM di Perbankan. Kepala Biro Data dan Teknologi Informasi Kementerian UMKM, Anang Rachman, mengatakan bahwa tantangannya tidak hanya terletak pada akses, tetapi juga pada kesiapannya.
Oleh karena itu, Kementerian UMKM resmi menunjuk Credit Bureau Indonesia dalam Platform SAPA UMKM Kementerian UMKM. Melalui kemitraan ini, Andalan UMKM, platform milik CBI yang menyediakan laporan profil usaha akan terintegrasi secara langsung dengan SAPA UMKM.
Integrasi tersebut ditargetkan dapat menjangkau lebih dari 57 juta UMKM di seluruh Indonesia, sekaligus membantu pelaku usaha membangun profil usaha yang lebih kredibel sebagai bekal untuk mengakses pembiayaan formal.
Kesimpulan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai program dan kerja sama dengan berbagai pihak. Dengan demikian, diharapkan UMKM dapat meningkatkan kemampuan dan kesiapannya dalam mengakses pembiayaan formal dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.











