Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 27 Juli 2026 | Sebuah serangan brutal terjadi di dekat festival Pride di Berlin, Jerman, yang menewaskan satu orang dan melukai banyak lainnya. Serangan ini diduga dilakukan oleh seorang ekstremis Islam, Abdul Ballout, yang merupakan warga negara Jerman dengan akar Lebanon.
Menurut Menteri Dalam Negeri Jerman, Alexander Dobrindt, semua bukti menunjukkan bahwa serangan ini adalah aksi terorisme Islam. Abdul Ballout, yang dicari oleh polisi, diduga mengemudi van menabrak kerumunan orang di taman dekat pesta penutupan festival Pride, kemudian menyerang orang-orang lain dengan senjata, yang diduga merupakan machete.
Pihak berwenang mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk tidak mendekati Abdul Ballout, karena dia mungkin bersenjata dan berbahaya. Polisi melakukan operasi pencarian di seluruh kota untuk menangkapnya, termasuk melakukan pencarian di apartemen di daerah Schoneberg, Berlin, tetapi tidak menemukan siapa pun di sana.
Julian Miethig, yang hadir di festival Pride, mengatakan bahwa dia ingin pergi ke pesta setelah festival ketika dia mendengar dari temannya bahwa "sesuatu yang buruk terjadi di sana dan ada banyak truk pemadam kebakaran, banyak kendaraan darurat, ambulans." Dia menambahkan, "Ini adalah hari yang gelap bagi komunitas kami."
Setelah pencarian selama sehari, Abdul Ballout akhirnya ditemukan dan tewas dalam konfrontasi dengan polisi. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran dan kemarahan di kalangan masyarakat, terutama di antara komunitas LGBTQ+ yang menjadi target serangan.
Peristiwa ini merupakan contoh lain dari aksi kekerasan yang dilakukan oleh ekstremis, dan menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran dan toleransi di masyarakat. Pemerintah Jerman dan masyarakat internasional harus bekerja sama untuk mencegah serangan semacam ini di masa depan dan memastikan bahwa semua orang dapat hidup dengan aman dan damai, tanpa takut akan kekerasan atau diskriminasi.











