Pendidikan

Sudirman Said: Menjadi Pemimpin Tangguh di Tengah Krisis Kepemimpinan

×

Sudirman Said: Menjadi Pemimpin Tangguh di Tengah Krisis Kepemimpinan

Share this article
Sudirman Said: Menjadi Pemimpin Tangguh di Tengah Krisis Kepemimpinan
Sudirman Said: Menjadi Pemimpin Tangguh di Tengah Krisis Kepemimpinan

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 27 Juli 2026 | Indonesia saat ini menghadapi krisis kepemimpinan yang sangat serius. Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, mengajak aktivis mahasiswa untuk membangun kepemimpinan intrinsik, yaitu kepemimpinan yang sumber kekuatannya bukan otoritas formal, melainkan nilai dan karakter yang dibangun sendiri oleh seseorang dari waktu ke waktu.

Sudirman Said menyampaikan hal ini dalam Kongres Nasional Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) ke-34 di Unika Indonesia St Paulus Ruteng, Flores. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan sejati tidak ditentukan oleh jabatan atau kekuasaan, melainkan oleh pengaruh positif, integritas, kompetensi, dan keteladanan.

Menurut Sudirman, tantangan generasi muda saat ini bukan hanya memperoleh pekerjaan, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi, dan kemampuan beradaptasi. Ia memaparkan bahwa jumlah pencari kerja masih lebih besar dibandingkan lapangan kerja yang tersedia, sehingga lulusan SMK harus memiliki daya saing yang tinggi melalui peningkatan keterampilan, kemampuan berpikir kritis, serta karakter kepemimpinan.

Sudirman juga mengajak para pelajar SMK untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis. Ia mencontohkan sosok Jenderal Soedirman dan Bung Hatta sebagai teladan pemimpin yang mengedepankan integritas, kesederhanaan, keberanian, dan pengabdian kepada bangsa.

Di tengah krisis kepemimpinan yang melanda Indonesia, Sudirman Said menyarankan agar para pemimpin masa depan memiliki kemampuan untuk membangun kepemimpinan intrinsik. Ia percaya bahwa dengan membangun kepemimpinan intrinsik, para pemimpin dapat memiliki kekuatan dan karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan dan memimpin bangsa ini menuju kemajuan.

Sebagai bagian dari upaya membangun kepemimpinan intrinsik, Sudirman Said mengajak para aktivis mahasiswa untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ia menekankan pentingnya memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang baik untuk menjadi pemimpin yang efektif.

Dalam kesimpulan, Sudirman Said menegaskan bahwa membangun kepemimpinan intrinsik adalah kunci untuk menjadi pemimpin tangguh di tengah krisis kepemimpinan. Ia percaya bahwa dengan membangun kepemimpinan intrinsik, para pemimpin dapat memiliki kekuatan dan karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan dan memimpin bangsa ini menuju kemajuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *