Ekonomi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Lepas dari Kutukan

×

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Lepas dari Kutukan

Share this article
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Lepas dari Kutukan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Lepas dari Kutukan

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 27 Juli 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambut baik pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% pada triwulan II tahun 2026. Menurutnya, ini merupakan pertanda bahwa ekonomi Indonesia telah lepas dari kutukan dan kembali tumbuh secara signifikan.

Purbaya juga merespons fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih terjadi di sejumlah sektor meski ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5 persen. Ia meminta publik tidak hanya melihat perusahaan yang tutup, tetapi juga perusahaan baru yang menciptakan lapangan kerja.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa realisasi anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada tahun 2025 mencatatkan angka terendah dalam sejarah, yakni hanya sebesar 42,9 persen. Budi menjelaskan, rendahnya serapan tersebut bukan disebabkan oleh ketidakmampuan eksekusi program, melainkan adanya pemblokiran anggaran oleh Kementerian Keuangan sebesar Rp12,3 triliun.

Pemblokiran anggaran Kemenkes tersebut berdampak pada sektor kesehatan primer, kesehatan lanjutan, serta berbagai program prioritas nasional. Purbaya menyayangkan bahwa keluhan Menkes Budi Gunadi Sadikin malah disampaikan ke DPR, bukan langsung ke Pemerintah, dalam hal ini Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Purbaya mengatakan bahwa indikator yang lebih tepat untuk melihat kondisi pasar tenaga kerja adalah penciptaan lapangan kerja secara keseluruhan. Menurutnya, penurunan tingkat pengangguran menunjukkan jumlah pekerjaan baru kemungkinan lebih banyak dibandingkan lapangan kerja yang hilang akibat PHK.

Purbaya menambahkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia secara agregat masih menunjukkan tren positif. Ia menyinggung pertumbuhan ekonomi yang mencapai sekitar 5 persen sebagai indikasi bahwa aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan baik.

Meskipun demikian, Purbaya mengakui bahwa PHK dan kebangkrutan perusahaan tetap terjadi di sejumlah sektor. Namun, menurutnya, kondisi tersebut harus dibandingkan dengan jumlah perusahaan baru maupun lapangan kerja baru yang tercipta.

Menurut Purbaya, keluar-masuknya perusahaan merupakan hal yang lazim terjadi dalam perekonomian yang kompetitif. Karena itu, kondisi pasar tenaga kerja harus dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari jumlah perusahaan yang tutup atau melakukan PHK.

Di akhir, Purbaya menyatakan bahwa ekonomi Indonesia telah lepas dari kutukan dan kembali tumbuh secara signifikan. Ia berharap bahwa dengan pertumbuhan ekonomi yang positif, Indonesia dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan daya saing di kancah internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *