Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 Juli 2026 | Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan diselenggarakan di Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026, merupakan momen penting bagi umat Islam di Indonesia. Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU memiliki peran signifikan dalam menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa.
Menyambut Muktamar ke-35 NU, sebanyak 16 gedung pendidikan di Jombang akan diubah fungsinya menjadi asrama bagi peserta muktamar. Langkah ini dilakukan untuk menampung ribuan muktamirin yang akan mengikuti forum permusyawaratan tertinggi NU. Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh, mengatakan bahwa panitia telah menyiapkan sistem akomodasi terpusat dengan memanfaatkan 16 gedung pendidikan yang tersebar di enam titik di kawasan pesantren.
Selain itu, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengingatkan semua pihak untuk menjaga keutuhan NU dari upaya adu domba dan intervensi politik jelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Hasto juga mengajak semua pihak untuk menghormati dan menjaga keutuhan NU, serta tidak mencoba memecah belah organisasi tersebut demi ambisi kekuasaan.
Di sisi lain, persiapan bazar dan expo Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Kabupaten Jombang, juga telah mencapai 80 persen. Kawasan seluas 1,5 hektare disiapkan untuk menampung 350 stan UMKM dari berbagai daerah. Panitia menargetkan seluruh pekerjaan rampung sebelum dilakukan peninjauan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Sejarah berdirinya NU juga tidak bisa dilepaskan dari peran ulama pendiri, seperti Syekh Kholil Bangkalan, KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, dan KH As’ad Syamsul Arifin. Mereka memiliki kontribusi besar dalam proses lahirnya NU dan penyelenggaraan muktamar pertama pada 1926.
Dalam menghadapi berbagai persoalan yang tengah dihadapi Indonesia, sinergi antara nilai kebangsaan dan agama harus diawali dengan pemahaman sejarah yang benar mengenai pendirian NU dan PNI. Dengan menggali pemikiran para pendiri NU, maka sinergi NU dan PDI Perjuangan akan memperkuat cahaya Sembilan Bintang yang terdapat dalam logo NU menjadi cahaya kemanusiaan, keadilan, dan keberanian di dalam menyuarakan kebenaran.











