Ekonomi

IHSG Diproyeksi Melemah Tajam Usai Rupiah Terjun ke Rp 17.300 per Dolar – Apa Dampaknya?

×

IHSG Diproyeksi Melemah Tajam Usai Rupiah Terjun ke Rp 17.300 per Dolar – Apa Dampaknya?

Share this article
IHSG Diproyeksi Melemah Tajam Usai Rupiah Terjun ke Rp 17.300 per Dolar – Apa Dampaknya?
IHSG Diproyeksi Melemah Tajam Usai Rupiah Terjun ke Rp 17.300 per Dolar – Apa Dampaknya?

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan bergerak ke arah melemah pada pembukaan perdagangan Jumat, 24 April 2026. Analis Phintraco Sekuritas menilai bahwa IHSG berpotensi menutup gap down di level 7.308, didorong oleh sentimen negatif setelah rupiah jatuh ke level terendahnya, Rp 17.300 per dolar AS. Penurunan tajam mata uang lokal menjadi titik tekanan utama bagi pasar ekuitas Indonesia.

Menurut catatan Phintraco, indikator Stochastic RSI menunjukkan arah turun di area pivot, menandakan momentum bearish yang kuat. Pada hari Kamis, 23 April, IHSG berakhir turun 163,006 poin atau 2,16 persen, mencatat level 7.378,606. Penurunan ini terjadi beriringan dengan penutupan rupiah pada Rp 17.286 per dolar di pasar spot, menandai level penutupan terburuk dalam sejarah mata uang Indonesia.

Rupiah yang melemah secara signifikan dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut menyebabkan harga minyak mentah tetap tinggi, menambah tekanan inflasi dan memperlebar defisit anggaran. Selain itu, ekspektasi inflasi yang lebih tinggi menggerakkan investor asing untuk menyesuaikan portofolio, memperburuk likuiditas pasar lokal.

Selain Phintraco, MNC Sekuritas juga memberikan proyeksi serupa. Mereka memperkirakan IHSG akan berada dalam zona koreksi 7.245-7.354, menguji level support terdekat sekaligus menutup beberapa gap harga yang terbuka. Kedua rumah riset menegaskan bahwa volatilitas akan tetap tinggi hingga pasar menemukan titik stabilisasi.

Dalam konteks rekomendasi saham, Phintraco menyoroti beberapa emiten yang dipandang tahan banting. Daftar rekomendasi meliputi Bank BTN (BBTN), Elnusa (ELSA), Indocement (INDY), Tiphone Mobile (TSPC), dan Mayora (MYOR). Sementara MNC Sekuritas menambahkan Adaro Energy (ADRO), Indah Kiat Pulp & Paper (INKP), OASIS (OASA), serta PT WiFi (WIFI) sebagai pilihan yang potensial di tengah koreksi pasar.

Riset Saham Rekomendasi
Phintraco Sekuritas BBTN, ELSA, INDY, TSPC, MYOR
MNC Sekuritas ADRO, INKP, OASA, WIFI

Para analis menekankan pentingnya memperhatikan level support kunci pada IHSG. Jika indeks menembus zona 7.245, risiko penurunan lebih dalam dapat terakselerasi, terutama bila rupiah tetap berada di atas Rp 17.300 per dolar. Sebaliknya, stabilisasi nilai tukar dapat memberikan ruang bagi indeks untuk pulih secara moderat.

Investor disarankan untuk tetap mengedepankan manajemen risiko, mengalokasikan portofolio secara diversifikasi, dan memantau perkembangan geopolitik serta kebijakan moneter Bank Indonesia. Dalam situasi pasar yang rentan terhadap gejolak nilai tukar, strategi defensif serta pemilihan saham dengan fundamental kuat menjadi kunci untuk mengurangi dampak negatif.

Secara keseluruhan, proyeksi IHSG melemah mencerminkan tekanan makroekonomi yang sedang berlangsung. Dengan rupiah berada di level kritis, pasar saham Indonesia harus siap menghadapi volatilitas yang lebih tinggi. Kunci keberhasilan bagi investor adalah mengikuti sinyal teknikal, menyesuaikan eksposur, dan tetap waspada terhadap berita ekonomi global yang dapat mempengaruhi sentimen lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *