HUKUM

Kasus Dugaan Penganiayaan di DPRD Bone: Kronologi dan Reaksi

×

Kasus Dugaan Penganiayaan di DPRD Bone: Kronologi dan Reaksi

Share this article
Kasus Dugaan Penganiayaan di DPRD Bone: Kronologi dan Reaksi
Kasus Dugaan Penganiayaan di DPRD Bone: Kronologi dan Reaksi

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 Juli 2026 | Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, memunculkan dua versi berbeda dari pelapor dan pihak terlapor. Staf Sekretariat DPRD Bone berinisial YNS mengaku mengalami tindakan kekerasan saat dipanggil ke kantin DPRD Bone pada Rabu (22/7/2026). Menurut YNS, insiden bermula ketika Ketua DPRD sedang menerima tamu di ruangannya.

YNS mengaku dipanggil Ketua DPRD Bone ke kantin setelah muncul dugaan kesalahpahaman terkait penyediaan kue untuk tamu di lingkungan DPRD Bone. Sesampainya di kantin, ia mengaku belum sempat memberikan penjelasan. "Baru saya duduk sebentar, saya belum sempat bicara satu kata pun, kue langsung dihamburkan ke muka saya," kata YNS.

Menurut YNS, setelah itu kepalanya disiram menggunakan air mineral dari dalam botol. YNS yang keberatan dan malu atas kejadian itu memilih melaporkan ketua DPRD Bone ke Polres Bone. Dalam laporannya, disebutkan "Dengan sengaja secara melawan hukum, telah melakukan Penganiayaan".

Andi Tenri Walinonong membantah telah melempar bosara maupun botol ke arah pelapor. Ia mengaku tersulut emosi dan kesal kepada korban saat insiden di kantor DPRD terjadi. Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Bone.

Yuli Novita Sari, staf Sekretariat DPRD Bone, menolak berdamai dengan Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong usai diduga dianiaya. Yuli yang berstatus PPPK Paruh Waktu juga akan melaporkan Andi Tenri ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Bone.

Upaya untuk memperoleh klarifikasi dari dua saksi yang disebut langsung Ketua DPRD Bone belum membuahkan hasil. Kedua saksi yang dimaksud, yakni Anti dan Andi Ikbal Baso, belum memberikan keterangan saat didatangi wartawan ke Kantor DPRD Bone.

Kasus dugaan penganiayaan ini menambah deretan sorotan yang sebelumnya juga mengarah kepada Andi Tenri, yang sempat diterpa isu upaya pelengseran dari jabatannya oleh anggota DPRD. Andi Tenri Walinonong sendiri adalah seorang politisi muda dan perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPRD Bone.

Kesimpulan, kasus dugaan penganiayaan di DPRD Bone masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi-saksi untuk menentukan langkah selanjutnya. Sementara itu, Yuli Novita Sari tetap bersikeras untuk menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *