Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 23 Juli 2026 | Musim kemarau telah menjadi fenomena tahunan yang dialami oleh banyak wilayah di Indonesia. Selain membawa cuaca cerah dan sinar matahari yang melimpah, musim kemarau juga dapat membawa dampak negatif pada kesehatan dan lingkungan.
Salah satu dampak negatif musim kemarau adalah peningkatan risiko gangguan kesehatan. Paparan cuaca panas dalam waktu yang lama dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat, yang jika tidak segera digantikan dapat memicu dehidrasi, kelelahan, kulit terbakar akibat sinar matahari, hingga gangguan yang lebih serius seperti heatstroke.
Selain itu, suhu yang terlalu panas juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Beberapa orang dapat menjadi lebih mudah marah, cemas, gelisah, sulit berkonsentrasi, bahkan mengalami stres saat terpapar panas ekstrem dalam waktu lama.
Musim kemarau juga dapat membawa dampak negatif pada lingkungan. Kekeringan yang terjadi selama musim kemarau dapat menyebabkan kekurangan air bersih, yang dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain itu, kekeringan juga dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, yang dapat membawa dampak negatif pada lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk beberapa wilayah di Indonesia. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air, tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Untuk menghadapi musim kemarau, masyarakat dapat melakukan beberapa hal, seperti menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan mengonsumsi air putih yang cukup, menghindari aktivitas di luar ruangan pada siang hari, dan menggunakan pakaian yang sejuk dan nyaman.
Dalam menghadapi musim kemarau, peran pemerintah dan masyarakat sangat penting. Pemerintah dapat melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kekeringan, seperti melakukan pemantauan cuaca dan mengeluarkan peringatan dini kekeringan. Masyarakat juga dapat berperan aktif dengan menghemat penggunaan air, tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Dengan demikian, kita dapat menghadapi musim kemarau dengan lebih siap dan mengurangi dampak negatifnya pada kesehatan dan lingkungan.











