Ekonomi

Prajogo Pangestu Perkuat Posisi di Industri Energi Terbarukan

×

Prajogo Pangestu Perkuat Posisi di Industri Energi Terbarukan

Share this article
Prajogo Pangestu Perkuat Posisi di Industri Energi Terbarukan
Prajogo Pangestu Perkuat Posisi di Industri Energi Terbarukan

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 Juli 2026 | Prajogo Pangestu, salah satu konglomerat terkemuka di Indonesia, terus memperkuat posisinya di industri energi terbarukan. Melalui perusahaan yang berada di bawah kendalinya, Barito Renewables Energy, Prajogo melakukan ekspansi bisnis ke Filipina dengan mengajukan penawaran untuk mengakuisisi Energy Development Corp. (EDC), perusahaan panas bumi terbesar di Filipina, dengan valuasi sekitar US$5 miliar.

Langkah ekspansi ini sejalan dengan strategi Prajogo untuk memperkuat posisinya di sektor energi bersih. Pada 2023, ia membawa Barito Renewables Energy melantai di bursa bersama perusahaan tambangnya, Petrindo Jaya Kreasi. Melalui Star Energy Geothermal Group, Barito Renewables saat ini mengelola tiga proyek panas bumi di Jawa Barat dengan total kapasitas sekitar 886 megawatt, menjadikannya salah satu produsen listrik panas bumi terbesar di Indonesia.

Ekspansi bisnis Prajogo juga merambah kerja sama regional. Pada 2024, Barito Renewables menggandeng perusahaan energi Filipina ACEN, yang dipimpin Jaime Augusto Zobel de Ayala, untuk mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia. Di luar bisnis energi terbarukan, kelompok usaha Prajogo juga memperkuat posisinya di Singapura.

Pada April 2025, perusahaan patungan Chandra Asri Pacific dan Glencore menuntaskan akuisisi aset kilang minyak serta petrokimia milik Shell di negara tersebut. Beberapa bulan kemudian, Chandra Asri kembali memperluas bisnisnya dengan mengambil alih jaringan SPBU Esso di Singapura.

Penawaran akuisisi EDC oleh Barito Renewables masih bergantung pada proses uji tuntas dan berbagai persetujuan yang diperlukan. First Gen Corp., pemegang saham utama EDC, menyatakan belum ada pembahasan resmi yang berlangsung maupun kesepakatan yang ditandatangani antara kedua belah pihak.

EDC merupakan pemain utama di sektor energi panas bumi Filipina. Perusahaan yang diakuisisi grup Lopez dari pemerintah Filipina pada 2007 itu mengoperasikan 16 pembangkit listrik panas bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 1.302,78 megawatt. Selain itu, EDC juga memiliki portofolio pembangkit energi terbarukan lain, termasuk tenaga air, surya, dan angin, dengan total kapasitas hampir 300 megawatt.

Dalam beberapa tahun terakhir, Prajogo Pangestu terus memperkuat posisinya di industri energi terbarukan. Ia membawa Barito Renewables Energy melantai di bursa dan melakukan ekspansi bisnis ke Filipina. Dengan demikian, Prajogo semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu konglomerat terkemuka di Indonesia.

Kekayaan Prajogo Pangestu mencapai sekitar US$15,4 miliar, menempatkannya sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya berasal dari Barito Pacific, perusahaan yang awalnya bergerak di sektor kayu sebelum berkembang menjadi grup besar di bidang energi dan petrokimia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *