Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 Juli 2026 | China dan Rusia baru-baru ini menggelar latihan militer bersama di Laut Cina Selatan, yang menarik perhatian dari negara-negara lain di kawasan Asia-Pasifik. Latihan ini merupakan bagian dari upaya kedua negara untuk meningkatkan kerja sama militer dan memperkuat posisi mereka di kawasan tersebut.
Menurut laporan, latihan militer bersama ini melibatkan beberapa kapal perang dan pesawat tempur dari kedua negara. Latihan ini juga mencakup berbagai kegiatan, seperti pertempuran laut, pertempuran udara, dan operasi amfibi.
China dan Rusia telah meningkatkan kerja sama militer mereka dalam beberapa tahun terakhir, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan militer mereka dan memperkuat posisi mereka di kawasan Asia-Pasifik. Kedua negara juga telah menandatangani beberapa perjanjian kerja sama militer, termasuk perjanjian tentang pertukaran teknologi militer dan kerja sama dalam operasi militer.
Latihan militer bersama ini juga menarik perhatian dari negara-negara lain di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan Australia. Negara-negara ini telah mengekspresikan kekhawatiran tentang peningkatan kerja sama militer antara China dan Rusia, dan khawatir bahwa hal ini dapat mempengaruhi keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut.
Namun, China dan Rusia telah menyangkal bahwa latihan militer bersama ini bertujuan untuk mengancam negara-negara lain di kawasan Asia-Pasifik. Mereka menyatakan bahwa latihan ini hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan militer mereka dan memperkuat kerja sama militer antara kedua negara.
Dalam beberapa hari terakhir, Amerika Serikat juga telah menggelar latihan militer bersama dengan beberapa negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Jepang dan Australia. Latihan ini merupakan bagian dari upaya Amerika Serikat untuk memperkuat posisi mereka di kawasan tersebut dan meningkatkan kemampuan militer mereka.
Di sisi lain, Trump telah menuduh China melakukan intervensi pemilu di Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa China telah melakukan pelanggaran keamanan pemilu yang sangat serius dan bahwa hal ini dapat mempengaruhi hasil pemilu di Amerika Serikat.
China telah menyangkal tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam kegiatan intervensi pemilu di Amerika Serikat. Mereka juga menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melakukan kegiatan serupa di China dan bahwa hal ini merupakan bagian dari persaingan antara kedua negara.
Kesimpulan, latihan militer bersama antara China dan Rusia di Laut Cina Selatan menarik perhatian dari negara-negara lain di kawasan Asia-Pasifik. Latihan ini merupakan bagian dari upaya kedua negara untuk meningkatkan kerja sama militer dan memperkuat posisi mereka di kawasan tersebut. Namun, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang keseimbangan kekuatan di kawasan Asia-Pasifik dan potensi konflik antara negara-negara di kawasan tersebut.











