Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 Juli 2026 | Nilai tukar rupiah mengalami penguatan tipis pada perdagangan pagi ini, Selasa (21/7). Rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.940 per dolar AS, menguat 0,04% atau 8 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp 17.948 per dolar AS.
Menurut Analis Doo Financial Lukman Leong, rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah menyusul laporan bahwa AS dan Iran mengisyaratkan kesediaan untuk melakukan negosiasi. Selain itu, rupiah juga didukung oleh dana asing yang masih terus masuk ke pasar keuangan Indonesia.
Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana memiliki pandangan yang lebih berhati-hati. Ia memperkirakan rupiah masih berpotensi mengalami depresiasi lanjutan hingga 17.990 per dolar AS. Menurut Fikri, risiko geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama pelaku pasar meski terdapat sinyal pembukaan jalur diplomasi.
Di dalam negeri, Fikri menilai mengecilnya net buy investor asing di pasar saham domestik turut membatasi ruang penguatan rupiah. Pelaku pasar juga menunggu hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) yang digelar hari ini sebagai salah satu indikator minat investor terhadap aset keuangan Indonesia.
Sementara itu, Hotel GH Universal Bandung membantah rumor bahwa hotel tersebut dijual seharga 60 juta dolar. Pihak manajemen hotel menyatakan bahwa hotel tidak untuk dijual dan siap mengambil tindakan hukum bagi pihak yang menyebarkan informasi palsu.
PT Chandra Asri Pacific Tbk juga melaporkan kemajuan proyek pembangunan fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang memiliki nilai investasi lebih dari 800 juta dolar AS atau ekuivalen Rp 14,3 triliun. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan bahan kimia dasar bagi industri nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok regional.
Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah telah mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Namun, dengan adanya sentimen geopolitik yang mulai mereda dan aliran dana asing yang terus masuk, rupiah diprediksi akan mengalami penguatan tipis di tengah sentimen global yang masih belum stabil.
Kesimpulan dari berita ini adalah bahwa rupiah telah mengalami penguatan tipis pada perdagangan pagi ini, yang dipengaruhi oleh meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah dan aliran dana asing yang terus masuk ke pasar keuangan Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa sentimen geopolitik masih menjadi perhatian utama pelaku pasar, sehingga rupiah masih berpotensi mengalami depresiasi lanjutan.









