Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 23 April 2026 | Real Madrid kembali menjadi sorotan utama dunia sepak bola setelah statistik terbaru mengungkap bahwa pelatih asal Spanyol, Xabi Alonso, mencatat persentase kemenangan tertinggi dalam sejarah klub. Angka-angka tersebut melampaui rekam jejak dua legenda bernama Zinedine Zidane dan Carlo Ancelotti, yang selama bertahun‑tahun dianggap sebagai standar keberhasilan Los Blancos.
Sejak mengambil alih kepelatihan pada musim 2025/2026, Alonso berhasil mengumpulkan rata‑rata 2,37 poin per pertandingan di La Liga. Prestasi ini mencerminkan konsistensi tim dalam mengamankan tiga poin pada mayoritas laga, sekaligus menurunkan jumlah kekalahan secara signifikan. Dalam konteks persentase kemenangan, catatan Alonso mencapai 73,2%, sementara Zidane berakhir dengan 71,0% dan Ancelotti 68,5% selama masa jabatan masing‑masing.
Berikut perbandingan ringkas statistik ketiga pelatih tersebut:
| Pelatih | Musim Jabat | Poin/Perma | Persentase Kemenangan |
|---|---|---|---|
| Xabi Alonso | 2025‑2026 | 2,37 | 73,2% |
| Zinedine Zidane | 2016‑2018 | 2,29 | 71,0% |
| Carlo Ancelotti | 2021‑2022 | 2,21 | 68,5% |
Keberhasilan Alonso tidak lepas dari pendekatan taktis yang pragmatis. Ia menyesuaikan gaya permainan Los Blancos, yang sebelumnya dikenal dengan serangan cepat dan penguasaan bola, menjadi lebih fleksibel sesuai kebutuhan. Meskipun tidak sepenuhnya meniru filosofi Bayer Leverkusen, timnya tetap menampilkan pola serangan yang terorganisir, memaksimalkan kekuatan bintang utama seperti Karim Benzema, Vinícius Júnior, dan Luka Modrić.
Selain catatan di liga domestik, Alonso juga berhasil menstabilkan performa tim di kompetisi Eropa. Meskipun Real Madrid sempat terlempar dari delapan besar Liga Champions pada fase grup, timnya menunjukkan perbaikan signifikan pada fase knockout dengan mengamankan kemenangan krusial melawan rival tradisional. Pada Copa del Rey, meski mengalami kekalahan memalukan melawan Albacete, Alonso tetap mempertahankan moral tim untuk bangkit kembali.
Para pengamat menilai bahwa kemampuan Alonso dalam mengelola egos pemain bintang menjadi faktor kunci. Ia secara cermat menyeimbangkan rotasi skuad, memberikan waktu bermain yang adil, sekaligus menjaga kestabilan taktik. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mengurangi cedera pemain utama dan meningkatkan konsistensi performa selama musim berjalan.
Keberhasilan ini juga memberikan dampak positif pada pasar transfer. Nilai jual pemain Real Madrid meningkat, dan klub diperkirakan akan memiliki posisi tawar yang kuat dalam jendela musim panas 2026. Para pesaing seperti Liverpool, Manchester City, dan Paris Saint‑Germain kini harus mempertimbangkan strategi baru untuk menantang dominasi Madrid yang dipimpin oleh Alonso.
Secara keseluruhan, catatan statistik terbaru menegaskan bahwa Xabi Alonso tidak hanya berhasil menstabilkan Real Madrid setelah periode yang kurang memuaskan, tetapi juga menetapkan standar baru dalam hal persentase kemenangan. Jika tren ini berlanjut, masa depan Los Blancos tampak semakin cerah di bawah kepemimpinan mantan gelandang berbakat tersebut.











