Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 16 Juli 2026 | Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharram. Memasuki Safar 1448 Hijriah, umat Islam memiliki banyak kesempatan untuk memperbanyak amalan, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah.
Dikutip dari buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya H. Hamdan Hamedan, MA., menurut Ibnu Katsir, Safar memiliki arti ‘sepi’ atau ‘sunyi’ sesuai dengan keadaan masyarakat Arab yang selalu sepi pada bulan Safar. Mereka biasa meninggalkan rumah untuk perang dan bepergian.
Orang Arab Jahiliyah memiliki kepercayaan bahwa bulan Safar mendatangkan keburukan maupun kesialan. Rasulullah SAW tegas membantah hal itu. Beliau bersabda, “Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada kesialan karena burung hamah, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar.” (HR Bukhari)
Dalam konteks puasa, tidak ada puasa khusus yang disyariatkan hanya untuk bulan Safar. Namun, umat Islam tetap dianjurkan mengerjakan puasa-puasa sunnah yang dilakukan secara rutin sepanjang tahun, seperti Puasa Senin-Kamis dan Puasa Ayyamul Bidh.
Berdasarkan Kalender Hijriah Kementerian Agama RI, 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada Kamis, 16 Juli 2026. Berikut jadwal lengkap puasa sunnah selama bulan Safar 1448 H. Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Umat Islam dapat melaksanakan puasa sunnah pada ketiga hari tersebut untuk memperoleh keutamaan sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW. Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, yaitu: Senin, 27 Juli 2026 = 13 Safar 1448 H, Selasa, 28 Juli 2026 = 14 Safar 1448 H, Rabu, 29 Juli 2026 = 15 Safar 1448 H.
Keutamaan puasa Senin-Kamis antara lain adalah puasa sunnah yang dilakukan oleh umat Islam pada setiap hari Senin dan Kamis. Puasa ini merupakan salah satu amalan yang dianjurkan karena kedua hari tersebut memiliki keistimewaan dalam ajaran Islam.
Puasa Senin Kamis dilakukan dengan cara menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai niat karena Allah SWT.
Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillahi ta’ala. “Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.” Nawaitu shauma yaumil khamiisi sunnatan lillahi ta’ala. “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”
Kesimpulan, bulan Safar adalah bulan yang memiliki keistimewaan dalam ajaran Islam. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan, seperti melaksanakan puasa sunnah, pada bulan ini. Puasa Ayyamul Bidh dan puasa Senin-Kamis adalah contoh puasa sunnah yang dapat dilaksanakan pada bulan Safar.











