Ekonomi

Menkeu Purbaya Ungkap Proyek Whoosh Bagus, Namun Biaya Melonjak Akibat Pengawasan Lemah

×

Menkeu Purbaya Ungkap Proyek Whoosh Bagus, Namun Biaya Melonjak Akibat Pengawasan Lemah

Share this article
Menkeu Purbaya Ungkap Proyek Whoosh Bagus, Namun Biaya Melonjak Akibat Pengawasan Lemah
Menkeu Purbaya Ungkap Proyek Whoosh Bagus, Namun Biaya Melonjak Akibat Pengawasan Lemah

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 23 April 2026 | JAKARTA, 23 April 2026 – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikenal dengan nama Whoosh memiliki konsep yang baik, namun mengalami pembengkakan biaya yang signifikan karena kurangnya pengawasan selama fase pembangunan. Pada serangkaian pertemuan dengan pejabat China serta dalam Simposium PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) di Jakarta, Purbaya menjelaskan penyebab utama cost overrun, langkah restrukturisasi utang, serta rencana pengumuman resmi yang akan dipimpin oleh Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pertemuan bilateral antara Menkeu Indonesia dengan Menkeu China, Lan Fo’an, menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah mengabaikan atau melanggar komitmen keuangan dalam proyek Whoosh. “Kami selalu memegang teguh janji dan kontrak yang telah disepakati, demi menjaga kredibilitas Indonesia di mata dunia,” ujar Purbaya di kawasan Sudirman. Seluruh tahapan perundingan mengenai kewajiban keuangan proyek tersebut telah selesai, dan kini hanya menunggu waktu yang tepat untuk diumumkan kepada publik.

Namun, di balik pencapaian tersebut, Purbaya mengakui adanya masalah struktural dalam birokrasi yang berkontribusi pada pembengkakan biaya. Dalam acara Simposium PT SMI, ia mengungkapkan bahwa pegawai sering mengaku siap melaksanakan arahan, namun pekerjaan tidak terealisasi selama berbulan‑bulan. “Jika tidak ada pengawasan yang ketat, masalah akan menumpuk hingga mencapai triliunan rupiah,” tegasnya. Menurutnya, cost overrun pada Whoosh mencapai puluhan triliun rupiah, terutama disebabkan oleh koordinasi antarinstansi yang lemah.

Untuk mengatasi beban utang yang kini mencapai sekitar Rp120,38 triliun, pemerintah telah menyiapkan skema restrukturisasi yang mencerminkan prinsip berbagi risiko antara Indonesia dan China. Berdasarkan data yang dirilis oleh NERACA, 75 persen pembiayaan proyek berasal dari China Development Bank dengan suku bunga 2 persen per tahun. Skema baru menempatkan pembagian biaya cost overrun sebesar 60 persen ditanggung oleh konsorsium Indonesia (PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia) dan 40 persen oleh konsorsium China (Beijing Yawan HSR Co. Ltd).

Elemen Nilai
Total Utang Whoosh Rp120,38 triliun
Pembiayaan China (75%) Rp90,28 triliun
Cost Overrun US$1,2 miliar (≈Rp20,05 triliun)
Bagian Indonesia (60%) US$720 juta (≈Rp12,03 triliun)
Bagian China (40%) US$480 juta (≈Rp8,02 triliun)

Skema restrukturisasi tersebut telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto dan sedang dalam tahap finalisasi oleh tim Danantara. Menko Infrastruktur, AHY, akan menjadi juru bicara resmi saat pengumuman resmi nanti, menegaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan pemerintah. Purbaya menambahkan bahwa proses ini tidak hanya menyelesaikan masalah keuangan, tetapi juga memperkuat hubungan bilateral jangka panjang antara Indonesia dan China.

Di sisi lain, Purbaya tidak menutup kemungkinan adanya peninjauan kembali terhadap kebijakan internal Kementerian Keuangan. Ia mengancam akan menindak tegas pegawai yang tidak patuh pada prinsip bersih‑bersih, sambil menawarkan insentif bagi mereka yang menunjukkan kinerja optimal. “Jika kerja bagus, kami akan beri penghargaan; kalau tidak, siap-siap angkat koper,” ujarnya dengan tegas.

Kesimpulannya, proyek Whoosh tetap menjadi simbol ambisi Indonesia dalam pengembangan infrastruktur cepat, namun pelajaran penting tentang pentingnya pengawasan dan akuntabilitas kini semakin jelas. Dengan restrukturisasi utang yang telah disepakati dan komitmen kuat dari kedua belah pihak, diharapkan proyek ini dapat kembali ke jalur yang tepat, memastikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi rakyat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *