Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Juli 2026 | Pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan bisnis. Hal ini disadari oleh Bank Mandiri, yang terus memperkuat pengelolaan SDM sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung transformasi dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Senior Vice President HC Strategy & Talent Management Bank Mandiri, Handi Kurniawan, mengatakan bahwa talenta yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing global merupakan fondasi penting dalam menciptakan nilai tambah bagi nasabah, masyarakat, dan Indonesia. Oleh karena itu, Bank Mandiri terus menghadirkan pengalaman bekerja yang mendukung kesejahteraan, pengembangan kompetensi, serta pertumbuhan karier pegawai secara berkelanjutan.
Bank Mandiri juga membuka berbagai peluang pengembangan diri melalui pendidikan lanjutan, termasuk program beasiswa magister, peningkatan keterpaparan global yang memungkinkan pegawai memperluas wawasan, pengalaman, dan jejaring profesional. Selain itu, Bank Mandiri juga menerapkan pendekatan proaktif dalam menjaring SDM unggul melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Tanah Air.
Upaya Bank Mandiri dalam memperkuat pengelolaan SDM tersebut turut memperoleh pengakuan dari berbagai pihak, salah satunya melalui raihan predikat "Excellent" pada ajang Indonesia HR Excellence Awards 2026. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa penguatan strategi employer branding, pengelolaan, serta retensi talenta yang dijalankan secara konsisten mampu memberikan dampak positif bagi keberlanjutan bisnis.
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat bahwa hanya 1,23 persen perusahaan di Indonesia yang menyediakan fasilitas penitipan anak atau daycare. Oleh karena itu, Kemnaker menggencarkan pengembangan tempat kerja ramah keluarga (Family Friendly Workplace) sebagai bagian dari penguatan Hubungan Industrial Pancasila.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, mengatakan bahwa fasilitas kesejahteraan pekerja, termasuk penitipan anak, harus dipahami sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan produktivitas nasional. Ia menambahkan bahwa konsep Family Friendly Workplace tidak berarti setiap perusahaan wajib membangun fasilitas daycare sendiri, tetapi dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan masing-masing perusahaan.
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) juga menyampaikan bahwa Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan (LK) dan Kinerja International Maritime Organization (IMO) dan World Intellectual Property Organization (WIPO) Tahun 2025 telah disajikan secara wajar. BPK memberikan rekomendasi strategis terkait penguatan kebijakan akuntansi, praktik pengadaan, dan pengelolaan sumber daya manusia.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari berbagai informasi di atas adalah bahwa pengelolaan sumber daya manusia yang efektif menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan bisnis. Oleh karena itu, perusahaan harus terus memperkuat pengelolaan SDM dengan menghadirkan pengalaman bekerja yang mendukung kesejahteraan, pengembangan kompetensi, serta pertumbuhan karier pegawai secara berkelanjutan.









