Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 23 April 2026 | PT Chandra Daya Investasi (CDIA) menandatangani perjanjian jual beli saham pada 17 April 2026 dengan anak perusahaan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Transaksi afiliasi ini melibatkan penyerahan 66.999 saham PT Chandra Capital Indonesia (CCI) dari PT Chandra Asri Perkasa (CAP2) kepada PT Chandra Environmental Solution (CES), anak usaha CDIA. Nilai transaksi mencapai US$659 ribu atau sekitar Rp11,07 miliar.
Manajemen TPIA menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan sinergi bisnis internal, termasuk optimalisasi aset dan pengembangan skala usaha berkelanjutan. Transaksi tersebut dikategorikan sebagai afiliasi menurut POJK 42/2020, namun tidak termasuk dalam kategori transaksi material yang dapat mengganggu kelangsungan usaha, sebagaimana diatur dalam POJK 17/POJK.04/2020.
Dalam rangka memberi gambaran yang lebih jelas, berikut rangkuman utama transaksi:
| Elemen | Detail |
|---|---|
| Tanggal Penandatanganan | 17 April 2026 |
| Pihak Penjual | PT Chandra Asri Perkasa (CAP2) |
| Pihak Pembeli | PT Chandra Environmental Solution (CES) |
| Jumlah Saham | 66.999 lembar |
| Nilai Transaksi | US$659 ribu (Rp11,07 miliar) |
Di sisi lain, pasar tembaga global menunjukkan tren peningkatan permintaan yang signifikan. Indonesia, dengan cadangan tembaga yang menempati peringkat tujuh besar dunia, menjadi pusat perhatian investor yang menargetkan sektor-sektor berikut sebagai pendorong utama konsumsi tembaga:
- Infrastruktur dan kelistrikan, termasuk kabel, trafo, dan jaringan listrik.
- Energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga angin (PLTA).
- Industri otomotif, khususnya kendaraan listrik (EV) yang mengandalkan tembaga dalam motor, baterai, dan sistem kontrol.
Kombinasi antara strategi korporasi CDIA yang berfokus pada sinergi lintas lini usaha dan peluang pertumbuhan di sektor tembaga memberikan sinyal positif bagi para pemegang saham. Penguatan hubungan antara unit produksi kimia, layanan lingkungan, dan investasi strategis membuka ruang bagi CDIA untuk memperluas portofolio di bidang yang terkait dengan logam non‑ferrous, khususnya tembaga, yang menjadi bahan baku krusial bagi proyek energi terbarukan dan mobilitas hijau.
Para analis pasar menilai bahwa transaksi ini dapat meningkatkan nilai tambah perusahaan dengan memperkuat struktur kepemilikan dan menurunkan biaya transaksi antar entitas yang memiliki hubungan afiliasi. Praktik “arm’s‑length” yang diterapkan memastikan bahwa harga jual saham berada pada tingkat wajar, mengurangi potensi konflik kepentingan.
Secara keseluruhan, langkah CDIA mencerminkan adaptasi perusahaan terhadap dinamika ekonomi makro, di mana permintaan logam strategis seperti tembaga diproyeksikan akan terus naik selama dekade mendatang. Dengan memanfaatkan sinergi internal serta peluang pasar eksternal, PT Chandra Daya Investasi berupaya memperkuat posisi kompetitifnya di bursa saham Indonesia.











