Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 08 Juli 2026 | Pemadaman listrik telah menjadi fenomena yang sering terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. PT PLN (Persero) telah menjelaskan bahwa cuaca ekstrem bukan satu-satunya penyebab terjadinya pemadaman listrik. Menurut Manajer Pengelolaan Perubahan Iklim PT PLN (Persero), Annisa Urfa, luasnya gangguan kelistrikan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi jaringan, sistem proteksi, karakteristik pembangkit, hingga respons operasional saat gangguan terjadi.
PLN telah memasukkan perubahan iklim sebagai salah satu risiko strategis yang dapat memengaruhi keandalan sistem kelistrikan dan keberlanjutan bisnis perusahaan. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada jaringan distribusi dan transmisi, tetapi juga pembangkit serta pasokan energi primer.
Beberapa wilayah di Indonesia telah mengalami pemadaman listrik, seperti Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang mengalami pemadaman listrik mulai pukul 18.00 WITA. Sementara itu, di Sulawesi Utara, pemadaman listrik juga terjadi di beberapa wilayah, seperti Boltim, yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00-17.30 WITA.
Di Kalimantan Selatan, pemadaman listrik juga terjadi di beberapa wilayah, seperti Barabai, yang dijadwalkan berlangsung selama 5 jam. Sementara itu, di Bandung Utara, pemadaman listrik dijadwalkan berlangsung pukul 13.00-16.00 WIB, dengan estimasi durasi sekitar 3 jam.
PLN telah berupaya untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan mengurangi risiko pemadaman listrik. Namun, perlu kerja sama dari masyarakat untuk memahami penyebab pemadaman listrik dan upaya mitigasi yang dilakukan oleh PLN.
Kesimpulan, pemadaman listrik adalah fenomena yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. PLN telah berupaya untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan mengurangi risiko pemadaman listrik. Namun, perlu kerja sama dari masyarakat untuk memahami penyebab pemadaman listrik dan upaya mitigasi yang dilakukan oleh PLN.











