Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 07 Juli 2026 | Pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelatihan calon manajer Koperasi Merah Putih menyusul meninggalnya lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut dan memastikan evaluasi telah dilakukan bersama pemerintah.
Hasil evaluasi itu melahirkan perubahan pada format pelatihan. Ferry menjelaskan, perubahan juga dilakukan pada komposisi materi pelatihan dengan memperbesar porsi pembelajaran manajerial. Menanggapi komposisi pelatihan yang sebelumnya lebih banyak diisi materi kemiliteran dibanding manajerial, Ferry mengatakan bahwa bobotnya juga nanti akan ditambah di ruang kelas.
Anggota Ombudsman RI Maneger Nasution mengingatkan pelatihan bagi calon manajer koperasi desa harus berorientasi pada penguatan kompetensi manajerial yang dibutuhkan dalam mengelola koperasi. Maneger menilai program persiapan manajer koperasi desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat perekonomian desa.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M Qodari, menegaskan pemerintah berkomitmen menyempurnakan program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang akan bertugas sebagai manajer di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Qodari mengatakan, pemerintah telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut.
Hasilnya, konsep pelatihan yang semula berbasis latihan dasar militer diubah menjadi pelatihan bela negara yang dipadukan dengan penguatan kompetensi manajerial. Qodari menegaskan, nilai-nilai utama seperti pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta rasa cinta tanah air tetap menjadi bagian dari pelatihan.
Penyempurnaan tersebut dilakukan agar program semakin tepat sasaran. Qodari mengatakan, pemerintah optimistis bahwa perubahan ini akan membawa angin segar. Dengan demikian, diharapkan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia dapat mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga siap menyongsong program-program prioritas pemerintah dengan penuh rasa percaya diri.
Kesimpulan dari evaluasi dan revisi konsep pelatihan ini adalah bahwa pemerintah berkomitmen untuk menyempurnakan program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia. Perubahan konsep pelatihan dari latihan dasar militer menjadi pelatihan bela negara dan manajerial diharapkan dapat membawa angin segar dan mencetak sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas.











