Ekonomi

Universitas Pertamina dan Danantara Dorong Peningkatan Kinerja BUMN

×

Universitas Pertamina dan Danantara Dorong Peningkatan Kinerja BUMN

Share this article
Universitas Pertamina dan Danantara Dorong Peningkatan Kinerja BUMN
Universitas Pertamina dan Danantara Dorong Peningkatan Kinerja BUMN

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 07 Juli 2026 | Universitas Pertamina dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berperan penting dalam meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Danantara, sebagai lembaga investasi negara, telah menunjukkan kemajuan dalam pengelolaan BUMN sejak berdirinya pada Februari 2025.

Salah satu BUMN yang mencatatkan kenaikan laba adalah Pertamina, dengan laba sebesar Rp 24,9 triliun atau naik sekitar Rp 11 triliun dibandingkan April tahun sebelumnya. Pupuk Indonesia juga membukukan laba Rp 4,8 triliun, meningkat Rp 3,2 triliun. Di sektor perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan laba Rp 21,2 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 21,3 triliun, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 7,2 triliun.

Universitas Brawijaya (UB) juga melibatkan mahasiswa dalam Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 2026, yang bertujuan untuk membangun 76 desa di delapan kabupaten di Jawa Timur. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Ekonom Senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyatakan bahwa keberhasilan Danantara tidak dapat diukur dari besarnya tingkat pengembalian investasi (return) maupun dividen dalam jangka pendek. Fokus utama Danantara adalah melakukan restrukturisasi BUMN melalui investasi yang layak secara bisnis dan sesuai kapasitas lembaga.

Dalam beberapa tahun terakhir, harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia telah mengalami fluktuasi. Pada 2026, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax sempat mengalami kenaikan signifikan hingga kisaran Rp16.250 per liter. Namun, harga BBM subsidi seperti Pertalite tetap dijaga di sekitar Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter.

Menurut Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti, harga BBM non-subsidi diperkirakan akan turun pada Agustus 2026, seiring dengan melandainya harga minyak global ke level US$70 per barel. Harga Pertamax diperkirakan akan turun menjadi sekitar Rp13.700 per liter jika mengikuti formula harga pemerintah, atau sekitar Rp16.000 per liter jika Pertamina menerapkan strategi price smoothing.

Kesimpulan, Universitas Pertamina dan Danantara memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja BUMN di Indonesia. Dengan fokus pada restrukturisasi dan investasi yang layak, Danantara diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian negara. Sementara itu, fluktuasi harga BBM masih menjadi perhatian utama bagi masyarakat, dan diperlukan kebijakan yang tepat untuk mengatasi masalah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *