Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Juli 2026 | Barang sebagai eksil? Apa hubungannya dengan Budiman Sudjatmiko? Bukannya eksil itu manusia? Pertanyaan tersebut muncul ketika pameran Eksil 65 di Amsterdam, Belanda, menampilkan barang-barang yang disebut sebagai eksil. Salah satu penyelenggara pameran, Rika Theo, menjelaskan bahwa barang-barang tersebut merupakan benda-benda yang dibawa oleh para eksil 1965 asal Indonesia, serta benda-benda lain yang dilarang keberadaannya di Indonesia.
Pameran ini juga menampilkan barang-barang yang menjadi eksil dalam melawan otoritarianisme di Indonesia, seperti kalender PRD, Partai Rakyat Demokratik, yang memperlihatkan protes Suara Ibu Peduli, kekerasan terhadap aktivis buruh Dita Sari, foto Budiman Sudjatmiko dengan Xanana Gusmao, atau Budiman Sudjatmiko dengan Pramoedya Ananta Toer saat PRD memberikan penghargaan.
Budiman Sudjatmiko, mantan aktivis mahasiswa, kini menjadi bagian dari pemerintahan Kabinet Merah Putih. Ia menjabat sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). Namun, pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut ada pihak yang membiayai aksi unjuk rasa mengkritik kebijakan pemerintah dianggap sebagai bentuk penggembosan terhadap aksi unjuk rasa mahasiswa.
Aktivis 98, Sahat Simatupang, menilai pernyataan Prabowo sebagai upaya penggembosan gerakan moral mahasiswa. Ia mengatakan bahwa upaya penggembosan gerakan mahasiswa kian terlihat, terutama dengan pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Muhammad Abdimaludin yang mengaku menerima uang sebesar Rp20 juta dari polisi agar tidak berdemonstrasi di Istana Negara.
Sahat juga mengatakan bahwa tuntutan mahasiswa, seperti meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan bahan pokok dan bahan bakar minyak, serta desakan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, adalah seruan moral yang tidak harus digembosi.
Di sisi lain, Budiman Sudjatmiko mengaku akan mendukung Presiden Prabowo Subianto jika hari ini dirinya masih berstatus sebagai mahasiswa. Ia mengatakan bahwa Prabowo memiliki misi untuk mengentaskan kemiskinan dan kebodohan, yang sesuai dengan cita-citanya sebagai aktivis.
Kesimpulan, gerakan mahasiswa yang melawan pemerintahan Prabowo Subianto dianggap sebagai bentuk penggembosan terhadap aksi unjuk rasa mahasiswa. Namun, Budiman Sudjatmiko, mantan aktivis mahasiswa, kini menjadi bagian dari pemerintahan Kabinet Merah Putih dan mendukung Prabowo dalam misi mengentaskan kemiskinan dan kebodohan.











