Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 Juni 2026 | Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jakarta kembali diwarnai berbagai persoalan. Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M Subki, memastikan bahwa pelaksanaan SPMB tahap I berjalan dengan baik, meskipun terdapat sejumlah keluhan pergeseran hasil seleksi. Menurutnya, hal tersebut masih dalam batas yang wajar karena ada berbagai komponen penilaian, seperti prestasi, nilai rapor, maupun Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Subki berharap, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta bersama seluruh penyelenggara menjalankan seluruh mekanisme penerimaan sesuai aturan yang telah disepakati. Ia menekankan bahwa konsistensi dalam menerapkan setiap jalur seleksi sangat penting guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penerimaan murid baru.
Di sisi lain, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat adanya polemik dalam pelaksanaan SPMB Jawa Barat, mulai dari gangguan sistem, data peserta yang hilang, hingga dugaan kecurangan dalam proses seleksi. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga mengakui adanya persoalan tersebut.
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, Ubaid Matraji, mengatakan bahwa polemik SPMB terjadi karena belum adanya jaminan dari negara bahwa setiap anak usia sekolah akan memperoleh tempat belajar. Ia menilai bahwa selama daya tampung sekolah masih terbatas dan masyarakat harus bersaing memperebutkan kursi, polemik SPMB akan terus berulang setiap tahun.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, menyoroti sisa anggaran Disdik sebesar Rp1,1 triliun dalam rapat paripurna. Ia mengungkapkan bahwa realisasi program sekolah swasta gratis hanya mencapai 106 dari 258 target yang diusulkan oleh Komisi E DPRD Jakarta. Ramly menegaskan bahwa dana sisa tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kendala akses pendidikan bagi warga yang gagal masuk sekolah negeri.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga mengumumkan bahwa pendaftaran SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB) diperpanjang hingga 1 Juli 2026. Calon murid baru dapat mendaftar melalui laman resmi Disdik DKI Jakarta atau langsung ke sekolah tujuan.
Bagi yang belum diterima di sekolah negeri, ada sejumlah jalur masuk sekolah swasta yang masih bisa dicoba. Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan bahwa ada dua program SPMB yang bisa dipilih calon murid baru untuk masuk sekolah swasta, yaitu SPMB Bersama Jakarta dan PMB Sekolah Swasta Gratis.
Kesimpulan, pelaksanaan SPMB 2026 di Jakarta masih diwarnai berbagai persoalan, mulai dari polemik seleksi hingga keterbatasan daya tampung sekolah. Oleh karena itu, diperlukan jaminan dari negara bahwa setiap anak usia sekolah akan memperoleh tempat belajar, serta peningkatan kualitas dan kuantitas sekolah untuk mengatasi kendala akses pendidikan.









