Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 Juni 2026 | Pertandingan antara Turki dan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk Turki. Meskipun sudah memastikan posisi teratas di Grup D, AS tidak bisa menghindari kekalahan ini. Turki, yang sebelumnya belum pernah menang, akhirnya meraih kemenangan pertama mereka di turnamen ini.
Pertandingan ini juga menampilkan penampilan istimewa dari Christian Pulisic, yang masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-58. Ia langsung memberikan dampak dengan meningkatkan tempo permainan dan mengancam pertahanan Turki. Sayangnya, upayanya tidak cukup untuk mengubah hasil akhir pertandingan.
AS sekarang akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar pada tanggal 1 Juli di Levi’s Stadium, California. Sementara itu, Turki, yang sudah tereliminasi sebelumnya, mengakhiri Piala Dunia 2026 dengan kemenangan yang membanggakan.
Pertandingan ini juga menandai akhir dari fase grup bagi AS. Mereka sebelumnya telah mengalahkan Australia dan Paraguay untuk memastikan posisi teratas di Grup D. Namun, kekalahan ini menjadi peringatan bahwa mereka masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan mereka di turnamen ini.
Dalam pertandingan lain, Paraguay menghadapi Australia di Levi’s Stadium pada tanggal 25 Juni. Paraguay memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 1-0, berkat gol dari Matias Galarza. Kemenangan ini membantu Paraguay mempertahankan harapan mereka untuk lolos ke babak selanjutnya.
Sementara itu, pemerintah AS berencana untuk menjual mesin jet senilai lebih dari $700 juta kepada Turki, meskipun ada kekhawatiran dari beberapa anggota Kongres tentang kepemilikan sistem pertahanan Rusia oleh Turki. Penjualan ini dianggap sebagai gestur penting bagi Ankara sebelum pertemuan NATO yang akan datang.
Pemerintah AS telah secara resmi meminta persetujuan Kongres untuk penjualan ini, dengan alasan bahwa penjualan tersebut telah mempertimbangkan faktor-faktor politik, militer, ekonomi, hak asasi manusia, dan kontrol senjata. Namun, beberapa anggota Kongres telah mengeluarkan keberatan terhadap penjualan ini, mengingat Turki telah memperoleh sistem pertahanan S-400 dari Rusia pada tahun 2019.
Kongres memiliki 15 hari untuk meminta peninjauan kembali penjualan ini. Jika mereka memutuskan untuk memveto penjualan, maka penjualan tersebut dapat dibatalkan. Namun, Presiden AS memiliki hak veto terhadap keputusan Kongres, sehingga proses ini dapat berlanjut.
Penjualan mesin jet ini menjadi topik hangat dalam beberapa hari terakhir, terutama karena hubungan AS-Turki yang_complex dan peran Turki dalam NATO. Penjualan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana AS akan menyeimbangkan kepentingan strategisnya dengan kekhawatiran tentang penggunaan sistem pertahanan Rusia oleh Turki.











