Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 Juni 2026 | Kemacetan di sekitar Stasiun Bekasi telah menjadi fenomena yang hampir setiap hari terjadi. Menurut pengguna jalan, kemacetan ini dipicu oleh tingginya aktivitas di sekitar stasiun yang belum tertata dengan baik. Yudis, salah seorang pengguna jalan, mengatakan bahwa kemacetan umumnya terjadi pada jam berangkat dan pulang kerja, terutama ketika palang pintu perlintasan kereta ditutup.
Selain penutupan palang kereta, aktivitas penumpang yang menyeberang langsung di badan jalan juga memperparah kemacetan. Kendaraan yang melintas harus melambat bahkan berhenti sejenak demi memberi jalan kepada pejalan kaki. Kondisi ini memaksa pengguna jalan untuk bersabar dan mengatur waktu dengan lebih efektif.
Insiden lain yang terjadi di Stasiun Bekasi adalah penumpang yang jatuh di eskalator. Tiga calon penumpang mengalami luka setelah terjatuh di eskalator Stasiun Bekasi. Insiden ini bermula ketika seorang penumpang kehilangan keseimbangan saat menaiki eskalator hingga menimpa dua penumpang lain yang berada di belakangnya.
Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan bahwa setelah situasi berhasil dikendalikan, petugas Stasiun Bekasi segera mengevakuasi ketiga penumpang menggunakan kursi roda menuju Pos Kesehatan Stasiun Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas kesehatan, ketiga penumpang mengalami luka ringan berupa memar dan lecet pada bagian tangan, siku, lengan, serta lutut.
Kemacetan di Stasiun Bekasi dan insiden penumpang jatuh di eskalator menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan di stasiun. Dengan demikian, pengguna jalan dan penumpang dapat merasa lebih nyaman dan aman dalam menggunakan fasilitas transportasi umum.
Oleh karena itu, perlu dilakukan penataan ulang terhadap aktivitas di sekitar stasiun dan peningkatan kesadaran akan keselamatan bagi penumpang. Dengan demikian, kemacetan dapat dikurangi dan insiden kecelakaan dapat dihindari.









