HUKUM

Pria India Dihukum Enam Bulan Penjara karena Mencabuli dan Mengganggu Pramugari Singapore Airlines

×

Pria India Dihukum Enam Bulan Penjara karena Mencabuli dan Mengganggu Pramugari Singapore Airlines

Share this article
Pria India Dihukum Enam Bulan Penjara karena Mencabuli dan Mengganggu Pramugari Singapore Airlines
Pria India Dihukum Enam Bulan Penjara karena Mencabuli dan Mengganggu Pramugari Singapore Airlines

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 23 Juni 2026 | Singapura baru-baru ini menjatuhkan hukuman enam bulan penjara kepada seorang pria India karena mencabuli dan mengganggu seorang pramugari Singapore Airlines. Akash Tiwari, 35 tahun, juga diperintahkan untuk membayar ganti rugi sebesar S$1.270,95 (sekitar Rp 4.000.000) kepada korban. Ia menghadapi tambahan lima hari penjara jika gagal membayar ganti rugi tersebut.

Insiden ini terjadi pada 9 Februari saat penerbangan dari Thailand menuju Singapura. Akash dan empat temannya menjadi berisik selama penerbangan, mengacungkan tangan dan tertawa setiap kali seorang pramugari wanita lewat. Pelanggaran dimulai sebelum lepas landas di Bangkok.

Ketika korban sedang mengkonfirmasi pesanan makan, Akash mengulurkan lengan untuk menyentuh paha atas kiri korban dan tertawa, sementara teman-temannya juga ikut tertawa. Korban segera melaporkan insiden itu kepada kepala pramugari dan dipindahkan ke lorong lain untuk menghindari pelaku.

Meskipun demikian, Akash melakukan tindakan itu lagi, menggunakan siku kirinya untuk menyeruduk bokong korban saat korban mengumpulkan nampan makan. Korban sangat terganggu dan meminta Akash untuk tidak menyentuhnya. Namun, Akash tidak meminta maaf dan malah tersenyum.

Korban, yang semakin terganggu, mengulangi permintaannya untuk Akash menjauh. Saat korban dan kepala pramugari menghadapi Akash, ia tetap tidak meminta maaf dan bersikeras tidak melakukan apa-apa yang salah.

Saat kapten mengumumkan turunnya pesawat, korban mundur ke galley. Akash mengikutinya, berdiri sangat dekat dan mengabaikan permintaan korban untuk menjauh. Akash tetap bersikap mengancam dengan mendekati korban dan mengurungnya di galley.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan dan keamanan penumpang di pesawat. Singapore Airlines telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan penumpang, termasuk melatih awak kabin untuk menangani situasi darurat.

Sementara itu, di India, Air India sedang mengalami transisi kepemimpinan. Pradeep Singh Kharola, mantan kepala Air India, telah diangkat sebagai penasihat eksekutif untuk chairman Tata Group, N Chandrasekaran. Kharola sebelumnya menjabat sebagai kepala Air India antara 2017 dan 2019 sebelum menjadi sekretaris di Kementerian Penerbangan Sipil India.

Kharola kembali ke Air India setelah karir panjang di layanan publik. Ia diharapkan membantu transisi kepemimpinan yang mulus di Air India, yang baru-baru ini mengalami kerugian sebesar Rp 22.000 crore (sekitar Rp 44 triliun) dalam tahun fiskal terakhir.

Kesimpulan, insiden pencabulan dan penggangguan terhadap pramugari Singapore Airlines menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan dan keamanan penumpang di pesawat. Sementara itu, Air India sedang mengalami transisi kepemimpinan dengan pengangkatan Pradeep Singh Kharola sebagai penasihat eksekutif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *