Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 23 Juni 2026 | Konflik antara Israel dan Hizbullah kembali memanas setelah serangan udara Israel di Lebanon selatan menewaskan puluhan orang. Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengatakan bahwa Israel dan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata mulai Jumat (19/6/2026) pukul 16.00 waktu setempat atau pukul 20.00 WIB.
Menurut laporan, gencatan senjata disepakati setelah sedikitnya 47 orang tewas dan sejumlah warga lain terluka dalam serangkaian serangan udara Israel di Lebanon selatan sejak Jumat pagi. Empat personel militer zionis Israel juga tewas karena serangan Hizbullah di Lebanon selatan.
Komandan Batalion Ke-52 dari Brigade Lapis Baja Ke-401 Israel, Letnan Kolonel Dor Gedalia Ben Simhon, tewas bersama tiga tentara lainnya dalam insiden keamanan di dekat Kfar Tibnit di Lebanon selatan. Batalyon tersebut merupakan unit yang sama terlibat dalam pembunuhan terhadap gadis Palestina berusia enam tahun, Hind Rajab, di Jalur Gaza.
Presiden AS Donald Trump mengaku berbicara dengan otoritas zionis Israel pada Jumat supaya mereka menyetujui gencatan senjata dengan Hizbullah. Meskipun permusuhan masih terjadi antara Israel dan Hizbullah, Trump menyampaikan bahwa dia merasa masih baik-baik saja dengan pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu.
Serangan militer zionis Israel di Lebanon sejak 2 Maret menyebabkan 3.912 orang tewas, 11.873 orang terluka, dan memaksa lebih dari 1 juta warga mengungsi. Israel masih terus menduduki berbagai titik di Lebanon selatan, dengan sejumlah wilayah telah diduduki selama beberapa dekade dan sejumlah lainnya diduduki usai konflik kembali meletus.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut serangan udara Israel menewaskan 47 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, serta melukai 97 orang. Hizbullah sebelumnya mengatakan telah menyergap pasukan Israel di Lebanon selatan, menghancurkan tiga tank dengan rudal kendali, serta menargetkan tentara Israel dengan roket dan artileri.
Sekretaris Jenderal Hizbullah Sheikh Naim Qassem menyatakan bahwa upaya untuk melenyapkan kelompok itu telah gagal. Militer Israel mengonfirmasi bahwa gencatan senjata telah berlaku, tetapi menyatakan pasukannya tetap akan menyingkirkan ancaman langsung.
Kesimpulan dari konflik ini menunjukkan bahwa gencatan senjata yang disepakati belum dapat menghentikan sepenuhnya kekerasan di wilayah tersebut. Konflik antara Israel dan Hizbullah masih berlanjut, dengan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang terus meningkat.











