Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 April 2026 | Media sosial kembali menjadi panggung utama sebuah kontroversi yang melibatkan tokoh politik dan dunia hiburan. Februrari 2026, akun anonim di platform Threads mengunggah serangkaian pernyataan yang menuding istri Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yakni Feby Belinda, memiliki kedekatan yang tidak semestinya dengan seorang drummer ternama era 1990-an.
Dalam unggahan tersebut, akun @dista.raysa menuliskan serangkaian tuduhan, mulai dari pertemuan profesional di bidang hiburan hingga dugaan hubungan pribadi yang berkembang di luar pernikahan. Menurut narasi yang beredar, pertemuan awalnya dilaporkan sebagai diskusi bisnis entertainment, namun kemudian berubah menjadi interaksi yang lebih intim, termasuk kunjungan ke studio rekaman, kafe, hingga acara konser pada larut malam.
Drummer yang dimaksud tidak disebutkan secara eksplisit namanya, namun dijelaskan sebagai seorang duda yang pernah menjadi anggota band rock populer pada dekade 1990-an. Sosok tersebut dikabarkan memiliki jaringan luas di industri musik Indonesia, sehingga menambah rasa penasaran publik terhadap identitas sebenarnya. Sebagian netizen menilai bahwa kehadiran sang drummer dalam lingkaran sosial Feby Belinda mencerminkan pergeseran gaya hidup seorang sosialita yang kini semakin terjun ke dunia hiburan.
Reaksi publik pun beragam. Beberapa warganet menilai tuduhan tersebut bersifat spekulatif dan belum memiliki bukti kuat, sementara yang lain menganggap adanya bukti visual berupa story Instagram yang menunjukkan kedekatan fisik antara keduanya. Dalam beberapa screenshot yang beredar, terlihat Feby Belinda dan pria tersebut tampak berpelukan di sebuah kafe, serta berinteraksi secara santai di belakang panggung sebuah konser musik indie.
Di sisi lain, tim komunikasi resmi dari rumah tangga Sahroni menolak semua tuduhan dan menegaskan bahwa tidak ada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Mereka menambahkan bahwa Feby Belinda memang memiliki beberapa usaha di bidang fashion dan hiburan, namun semua kegiatan tersebut bersifat profesional dan tidak melibatkan hubungan pribadi di luar ikatan pernikahan.
Isu ini tidak hanya memicu perbincangan di ranah sosial, namun juga menarik perhatian kalangan politik. Sejumlah anggota partai yang berada dalam aliansi politik dengan Sahroni menyuarakan keprihatinan mereka, menekankan pentingnya menjaga integritas pribadi pejabat publik di tengah sorotan media. Beberapa analis politik menilai bahwa skandal semacam ini dapat memengaruhi citra Sahroni menjelang pemilihan legislatif mendatang.
Sementara itu, dunia musik juga ikut terlibat. Beberapa musisi yang pernah bekerja dengan drummer tersebut menyatakan bahwa hubungan profesional di antara mereka bersifat biasa, dan tidak ada indikasi adanya hubungan pribadi yang melanggar etika. Salah satu mantan rekan drummer itu menuturkan, “Kami memang sering berkolaborasi di proyek musik, tetapi tidak ada hal yang melanggar batas profesionalisme.”
Berbagai media lokal pun menelusuri jejak digital Feby Belinda. Diketahui bahwa selain menjadi istri seorang politisi, ia mengelola beberapa merek fashion dan aktif di industri hiburan sebagai produser acara televisi. Aktivitasnya yang terus berkembang menambah kompleksitas persepsi publik terhadap sosoknya, menjadikan ia figur yang berada di persimpangan antara politik, bisnis, dan hiburan.
Secara keseluruhan, isu perselingkuhan yang melibatkan Feby Belinda dan seorang drummer era 90-an masih berada dalam tahap spekulasi. Tanpa adanya bukti yang dapat diverifikasi, kasus ini menjadi contoh bagaimana rumor dapat menyebar luas di era digital, memengaruhi reputasi publik dan menimbulkan perdebatan tentang privasi tokoh publik. Penutupnya, semua pihak yang terlibat diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan ini secara damai dan melalui jalur hukum bila diperlukan.





