Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 Juni 2026 | Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengalokasikan Rp 7,21 triliun dalam pagu indikatif anggaran 2027 untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi. Hal ini terungkap dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, di mana terdapat keterangan mengenai pagu indikatif yang mencakup program kerja prioritas nasional.
Abdul Mu’ti, Mendikdasmen, menyatakan bahwa Kemendikdasmen memiliki pagu indikatif untuk 2027 sebesar Rp 58,24 triliun. Rincian anggaran ini meliputi belanja pegawai, belanja barang, revitalisasi sarana dan prasarana, bantuan perlengkapan sekolah, Sekolah Nasional Terintegrasi, studio guru, digitalisasi pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru non-ASN, dan Program Indonesia Pintar.
Kemendikdasmen juga telah mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp 40,75 triliun untuk 2027. Dengan adanya alokasi anggaran yang besar ini, diharapkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dapat berjalan lancar dan membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Dirjen GTK juga menjelaskan bahwa guru honorer dapat lega dengan adanya penjelasan mengenai SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026. Penjelasan ini membantu menjawab kekhawatiran dan pertanyaan yang ada di kalangan guru honorer.
Dengan demikian, pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan penjelasan mengenai SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi guru honorer.











