Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Juni 2026 | Saham perbankan besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Kamis (18/6) setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 5,75%.
Saham BBRI memimpin pelemahan dengan turun 3,90% ke level Rp 2.960 per saham. Secara year to date (YTD), saham BBRI telah terkoreksi 19,13%. Sementara itu, saham BBCA turun 3,19% ke level Rp 6.075 per saham dan telah melemah 24,77% sejak awal tahun.
Adapun saham BBNI turun 1,84% ke level Rp 3.730 per saham dengan koreksi YTD mencapai 14,65%. Saham BMRI relatif lebih tahan dengan penurunan 0,45% ke level Rp 4.470 per saham. Sepanjang tahun berjalan, saham BMRI tercatat turun 12,35%.
Menurut analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya, kenaikan BI Rate memang meningkatkan tekanan terhadap industri perbankan melalui kenaikan biaya dana (cost of fund) dan potensi penyempitan margin bunga bersih (net interest margin/NIM). Namun menurutnya, pasar sebenarnya sudah mengantisipasi siklus pengetatan moneter tersebut dalam beberapa bulan terakhir sehingga dampaknya terhadap valuasi saham bank tidak akan terlalu besar.
“Kenaikan BI Rate ke 5,75% memang menambah tekanan terhadap sektor perbankan, terutama melalui kenaikan cost of fund dan potensi penyempitan NIM. Namun kami melihat dampaknya terhadap harga saham bank relatif terbatas karena pasar telah mengantisipasi siklus pengetatan moneter sejak beberapa bulan terakhir,” ujar Andrey.
Sementara itu, investor menunggu sejumlah agenda penting yang berpotensi menentukan arah pasar, mulai dari keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) hingga hasil tinjauan aksesibilitas pasar oleh MSCI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 1,20% atau turun 74,40 poin ke level 6.191,89.
Pelemahan IHSG terutama dipicu oleh tekanan pada saham-saham unggulan di Indeks LQ45 seperti saham PT Telkom Indonesia (persero) Tbk, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Saham BBNI juga turun 1,84% ke level Rp 3.730 per saham.
Di lain pihak, kapitalisasi pasar saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) melonjak 4,1 persen ke posisi Rp 10.150 per saham, sehingga kapitalisasi pasar saham BBHI mencapai Rp 118,58 triliun, melampaui PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk menyesuaikan jadwal operasional selama libur nasional Tahun Baru Islam 1448 H/2026 M. BNI melaksanakan operasional terbatas pada tanggal 16 Juni 2026, sedangkan BCA tidak beroperasi selama libur Tahun Baru Islam.
Kesimpulan, kenaikan suku bunga acuan BI telah mempengaruhi saham perbankan besar di Indonesia. Saham BBRI, BBCA, BBNI, dan BMRI mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Kamis (18/6). Namun, analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya menyatakan bahwa dampak kenaikan BI Rate terhadap valuasi saham bank tidak akan terlalu besar karena pasar telah mengantisipasi siklus pengetatan moneter sebelumnya.











