Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 Juni 2026 | Presiden Donald Trump baru saja menandatangani perjanjian dengan Iran, yang bertujuan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengangkat sanksi terhadap negara tersebut. Perjanjian ini telah ditandatangani oleh kedua belah pihak dan diharapkan dapat membawa ketenangan di wilayah Timur Tengah.
Perjanjian ini terdiri dari 14 poin, yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pengangkatan sanksi terhadap Iran, dan pembentukan dana rekonstruksi sebesar $300 miliar untuk Iran. Perjanjian ini juga mencakup ketentuan untuk mengakhiri perang di Lebanon dan membangun hubungan yang lebih baik antara Iran dan negara-negara lain di wilayah tersebut.
Presiden Trump mengatakan bahwa perjanjian ini merupakan langkah besar untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah dan bahwa Amerika Serikat akan terus bekerja sama dengan Iran untuk mencapai tujuan tersebut. Ia juga mengkritik tindakan Israel yang terus melakukan serangan terhadap Hezbollah di Lebanon.
Sementara itu, Iran juga telah mengumumkan bahwa mereka akan membuka kembali Selat Hormuz dan memulai proses rekonstruksi. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam pelaksanaan perjanjian ini, termasuk ketentuan untuk mengakhiri perang di Lebanon dan membangun hubungan yang lebih baik antara Iran dan negara-negara lain di wilayah tersebut.
Di sisi lain, pemilu primair di Oklahoma untuk kursi DPR telah dimenangkan oleh Nathan Butterfield, seorang pengusaha, dan Mark Tedford, seorang anggota dewan negara bagian. Keduanya akan maju ke pemilu utama pada bulan November.
Demikian pula, pemilu primair di Washington D.C. untuk walikota telah dimenangkan oleh Janeese Lewis George, seorang sosialis demokratis, yang memenangkan lebih banyak suara daripada lawannya, Kenyan R. McDuffie, seorang mantan anggota dewan kota yang berlari sebagai moderat yang keras terhadap kejahatan.
Kesimpulan, perjanjian antara Amerika Serikat dan Iran telah ditandatangani dan diharapkan dapat membawa ketenangan di wilayah Timur Tengah. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam pelaksanaan perjanjian ini. Sementara itu, pemilu primair di Oklahoma dan Washington D.C. telah memilih calon untuk pemilu utama pada bulan November.











