Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 20 April 2026 | Seorang remaja berusia 16 tahun bernama Angger Raditya Nanda Pradana menghilang pada Minggu sore, 19 April 2026, saat belajar berselancar di Pantai Parangtritis, Bantul. Insiden terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ketika ia meminjam satu papan selancar milik temannya, Angga Hendra Saputra, dan nekat meluncur ke laut tanpa mengikuti prosedur standar operasi (SOP) yang berlaku.
Pihak Basarnas Yogyakarta, melalui Humas Pipit Eriyanto, menjelaskan bahwa kedua remaja tersebut tidak memperoleh izin dari pemilik papan dan tidak mendapat pendampingan dari atlet selancar setempat. Akibat kurangnya pengetahuan tentang arus laut, keduanya terbawa ke area rip current, zona arus kuat yang dapat menarik perenang jauh ke tengah laut.
Ketika arus semakin kuat, seorang atlet selancar yang berada di dekat lokasi menyaksikan kejadian dan segera melaporkan kepada petugas pantai. Tim SAR (search and rescue) kemudian bergerak cepat, menavigasi laut dengan papan selancar dan pelampung untuk mendekati korban. Pada tahap pertama, Angga Hendra Saputra berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah petugas berhasil mengangkatnya ke papan.
Sedangkan Angger Raditya Nanda Pradana masih berada di tengah laut. Petugas berusaha menariknya kembali, namun pada jarak kira‑kira 350‑400 meter dari bibir pantai, gelombang tinggi menerjang dan memisahkan mereka. Angger terlepas dari dekapan petugas dan menghilang dari pandangan, memaksa tim SAR mengalihkan fokus ke operasi pencarian lanjutan.
Menjelang malam hari, tim SAR Yogyakarta melanjutkan pencarian dengan menambah peralatan. Pada hari kedua, Senin, 20 April 2026, operasi penyisiran diperluas menggunakan jet ski, drone, serta unit darat yang menyisir pantai dari LKP (Lokasi Kajian Pantai) menuju Parangndog dan Parangkusumo. Empat Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan: dua SRU darat, satu SRU laut dengan jet ski, dan satu SRU udara yang mengoperasikan drone setinggi 500 meter untuk mendeteksi jejak visual di permukaan air.
Menurut keterangan resmi, pencarian masih berlanjut tanpa menemukan jejak baru. Tim gabungan melibatkan Satgas Linmas Jogo Segoro, Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III, serta relawan masyarakat setempat yang membantu menelusuri area pesisir dan mengawasi pergerakan ombak. Semua upaya diarahkan untuk mengidentifikasi lokasi terakhir Angger sebelum terlepas.
- Jam 16.00 WIB: Angger dan Angga meminjam papan selancar, masuk ke laut.
- Jam 17.30 WIB: Kedua remaja terseret ke area rip current.
- Jam 18.00 WIB: Tim SAR melakukan penyelamatan, Angga selamat, Angger hilang.
- Hari 2 (20/04): Operasi pencarian melibatkan jet ski, drone, dan penyisiran darat.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan tentang pentingnya penerapan SOP dalam aktivitas selancar, terutama di zona berisiko tinggi seperti Parangtritis. Pihak berwenang menekankan bahwa papan selancar sebaiknya hanya dipinjam dengan izin resmi, dan setiap pemula wajib mendapatkan pendampingan dari instruktur bersertifikat.
Humas Basarnas Yogyakarta menegaskan bahwa pencarian akan terus berlanjut hingga korban ditemukan atau dinyatakan tidak dapat diselamatkan. Mereka juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan selancar secara sembarangan dan selalu memperhatikan peringatan bahaya rip current yang sering terjadi di pantai selatan Jawa.
Hingga saat penulisan, Angger Raditya Nanda Pradana masih dinyatakan hilang, sementara temannya, Angga Hendra Saputra, telah pulang dengan selamat bersama orang tuanya. Kasus ini menjadi peringatan bagi para pengunjung Pantai Parangtritis untuk selalu mematuhi aturan keselamatan laut.











