BERITA

Bekasi Jadi Kota Beracun Kedua di Dunia, Emisi Metana Capai 6,3 Ton per Jam

×

Bekasi Jadi Kota Beracun Kedua di Dunia, Emisi Metana Capai 6,3 Ton per Jam

Share this article
Bekasi Jadi Kota Beracun Kedua di Dunia, Emisi Metana Capai 6,3 Ton per Jam
Bekasi Jadi Kota Beracun Kedua di Dunia, Emisi Metana Capai 6,3 Ton per Jam

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 09 Juni 2026 | Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini mendapat perhatian internasional karena Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang-nya yang menjadi penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia pada 2025. Menurut data Carbon Mapper yang menggunakan pemantauan satelit Tanager-1 dan EMIT milik NASA, TPST Bantargebang menghasilkan sekitar 6,3 ton gas metana per jam.

Emisi metana dari Bantargebang bukan lagi sekadar persoalan lokal, melainkan isu yang berdampak lebih luas dan memerlukan penanganan serius. Jika laju 6,3 ton per jam terus berlangsung, maka emisi metana dari Bantargebang dapat mencapai lebih dari 55 ribu ton per tahun.

Gas metana memiliki kemampuan memerangkap panas jauh lebih besar dibanding karbon dioksida. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Selain itu, Bekasi juga mengalami insiden kebocoran pipa gas di area Babelan milik Pertamina EP. Kebocoran ini terjadi pada Minggu, 7 Juni 2026 pukul 16.50 WIB dan terindikasi akibat aktivitas pemasangan pipa BBM Cikampek Plumpang.

PT Pertamina Gas (Pertagas) telah mengambil langkah strategis dan mitigasi untuk pengamanan area setelah terjadi kebocoran pipa gas. Tim Tanggap Darurat Pertagas dan gabungan beberapa pihak segera bertindak dan telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan mengamankan area.

Upaya penanggulangan di lokasi turut melibatkan para pihak berwenang setempat agar kondisi dapat lebih terjaga dan area lokasi steril untuk tindakan penanganan. Sejak pukul 18.15, kebocoran gas dari pipa telah berhasil tertangani dan kini telah dilakukan penghentian aliran gas untuk mengisolasi titik kebocoran dan mencegah risiko lanjutan.

Prioritas utama Pertagas adalah keselamatan masyarakat dan seluruh personel yang melakukan pekerjaan. Selanjutnya akan dilakukan upaya pemulihan secara intensif dan situasi di lokasi akan terus dilakukan pemantauan.

Insiden kebocoran pipa gas di Bekasi juga menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, perlu dilakukan penanganan yang serius dan efektif untuk mengatasi masalah ini.

Kasus pembunuhan berantai di Bekasi juga menjadi perhatian. Polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dan mengungkap bahwa kasus ini merupakan pembunuhan yang sudah disiapkan pelaku untuk menutupi berbagai tindak pidana sebelumnya.

Dalam menghadapi berbagai masalah ini, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mencari solusi yang efektif. Penanganan yang serius dan efektif diperlukan untuk mengatasi masalah emisi metana, kebocoran pipa gas, dan kasus pembunuhan berantai di Bekasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *